SAMARINDA – Isu naturalisasi pemain kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola Tanah Air. Di balik tingginya harapan publik terhadap pemain keturunan, pemerintah mengingatkan bahwa proses naturalisasi tidak bisa dilakukan secara instan dan tetap harus diimbangi dengan pembinaan pesepak bola muda di dalam negeri.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengatakan pemerintah bersama pihak terkait terus mengkaji kebutuhan Timnas Indonesia. Termasuk kemungkinan menambah pemain naturalisasi yang dinilai mampu memberikan kontribusi maksimal sesuai kebutuhan tim. Namun, proses tersebut harus dilakukan secara cermat dan berdasarkan aturan yang berlaku.
“Saya kira kita terus mengkaji siapa-siapa yang akan bisa memberikan kontribusi yang maksimal sesuai dengan kebutuhan,” ujar Hetifah, Jumat (24/7/2026).
Dia menyampaikan, pencarian pemain naturalisasi bukan perkara mudah. Sebab, Â Indonesia hanya dapat merekrut pemain yang memiliki garis keturunan atau diaspora sesuai ketentuan berlaku. Karena itu, proses identifikasi hingga penetapan calon pemain membutuhkan waktu dan kehati-hatian.
“Tidak mudah juga karena kita punya syarat mereka itu adalah diaspora. Artinya harus ada turunan langsung, jadi mencarinya pun tidak mudah,” ucap dia.
Menurut dia, setelah menemukan pemain yang memenuhi syarat, maka pemerintah harus mempertimbangkan kebutuhan tim secara menyeluruh. Naturalisasi tidak boleh sekadar menambah jumlah pemain, tetapi harus mampu menutup kekurangan pada posisi tertentu.
“Nanti kalau sudah ketemu, kita benar-benar harus melihat kombinasinya dengan komposisi tim yang sekarang. Kita kekurangannya di mana, sehingga naturalisasinya harus betul-betul selektif dan cermat,” ungkap dia.
Hetifah mengingatkan bahwa keberhasilan Timnas Indonesia tidak boleh hanya bergantung pada program naturalisasi. Menurutnya, pembinaan pemain sejak usia dini tetap menjadi investasi utama untuk menjaga prestasi sepak bola nasional dalam jangka panjang.
“Yang tidak kalah penting, pembinaan pesepak bola sejak usia dini juga tidak ditinggalkan. Jadi kita tidak hanya mengandalkan semata-mata naturalisasi, tetapi untuk jangka panjang harus diimbangi dengan pembinaan bibit-bibit pemain,” tegasnya.
Hetifah masih belum bisa membuka ke publik nama-nama pemain yang tengah masuk dalam pembahasan. Hanya memberi isyarat bahwa proses pengkajian masih berjalan sebelum nantinya diputuskan sesuai kebutuhan Timnas Indonesia.
“Adakah nama-nama yang masuk? Aduh, enggak tahu deh. Jangan kasih tahu, nanti biar Pak Erick aja yang ngomong,” pungkasnya. (nul)



