Penipuan Jual Beli Emas, Wanita di Samarinda Ditangkap Polisi

4 / 100

SAMARINDA – Seorang wanita di Samarinda ditangkap aparat kepolisian Polresta Samarinda, karena melakukan penipuan dengan modus pembayaran online. Para korban merupakan para pedagang emas di Samarinda.

Para pedagang tertipu hingga mencapai puluhan juta rupiah. Ironisnya,  pelaku menggunkana uang hasil kejahatanya untuk bermain judi online dan kehidupan sehari-hari.

Puji (28) warga Jalan Juanda ditangkap aparat kepolisian di Toko Emas Qonita Jalan Pangeran Antasari,Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Kecamatan Samarinda Ulu, Senin (9/5/2022).

Pelaku ditangkap petugas saat hendak menukar tambah kalung emas dan cincin di Toko Emas Qonita. Berdasarkan rekaman CCTV yang terpasang di toko emas tersebut, Puji datang seorang diri untuk menukar tambah emas yang dimilikinya dengan emas di Toko Qonita.

Haji Sumardi,  pemilik toko yang curiga kemudian mengecek emas milik pelaku ke toko yang tertera pada surat surat emas yang dibawa pelaku. Ternyata benar, dari informasi toko emas yang tertera di surat tersebut menyatakan bahwa emas yang ditukarkan merupakan emas miliknya yang dibawa kabur pelaku.

“Tahan dulu orangnya,  jangan sampai lepas. Lalu, kita layani transaksi. Dilama-lamain, sengaja  kasian, kecewa orangnya kalau datang gak ketangkap,” kata Haji Sumardi.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadly mengatakan bahwa Puji merupakan pelaku penipuan emas. Pelaku mendatangi toko emas, kemudian membeli emas di toko tersebut.  Lalu, pelaku membayar dengan cara debet atau online. Pelaku memperdaya korbanya dengan mengatakan bahwa pembayaran sudah dilakukan dengan cara menunjukan bukti transaksi palsu. Bukti transaksi itu dibuat sendiri oleh pelaku dengan menggunakan aplikasi khusus di handphone pelaku.

“Penipuan dengan cara via transaksi online secara palsu. Dari hasil kejahatanya ini kemudian digunakan untuk kehidupan sehari-hari dan untuk kegiatan perjudian online,” kata dia.

Menurut dia, untuk memperdaya korbannya, pelaku selalu berpenampilan modis menggunakan aksesoris emas mahal.

“Kalung emas, liontin emas, cincin emas,  anting emas,  handphone mewah  dan uang tunai Rp2.920.000 dijadikan barang bukti,” kata dia.

Dari hasil penyelidikan, kata dia, bahwa pelaku telah bereaksi di 15 Tempat Kejadian Perkara (TKP) di wilayah Kota Samarinda dan Loa Janan.

Sementara itu, pelaku Puji mengaku baru 2 minggu melakukan aksi penipuanya. Sebab,  sejak pandemi Covid-19, tempat kerjanya menjadi sepi, sehingga terpaksa mencari pekerjaan lain.

Dari keisenganya menonton youtube, dia kemudian belajar dan mempraktekanya ilmu yang didapatnya kesejumlah toko emas di Samarinda.

Benar saja, tidak sampai satu menit, perempuan yang sebelumnya berkerja sebagai pemandu lagu di sebuah tempat karaoke di Loa Hui, Samarinda ini bisa membuat bukti transaksi palsu. “Membuatnya tidak sampai 1 menit,” kata dia.

Banyaknya tempat pelaku melakukan aksinya,  Puji harus rela dibawa kesejumlah Polsek di Kota Samarinda untuk menunjukan lokasi penipuannya. Dan, akibat perbuatanya, Puji terancam  hukuman maksimal 4 tahun penjara. (maman)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker