
SAMARINDA – Anggota DPRD Samarinda dari Fraksi PKS Nursobah menyoroti kenaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Nursobah menyayangkan pemimpin dan tim APBN yang meyakinkan DPR salah prediksi saat melihat anggaran dan kebijakan APBN 2022 yang diketok tahun 2021.
“Fatal jika tim pemerintah alakadarnya dalam memasok info dan berita, sehingga minim pengetahuan dan keliru, sehingga fatal prediksi.
Menurut dia, pemerintah tampaknya minimal ilmu forecasting. “Hal itu menyebabkan BBM berkali kali naik selama pemerintahan kita,” ungkap dia.
Diketahui, Pemerintah telah mengumumkan kenaikkan harga BBM. Untuk harga pertalite naik dari Rp7.650 menjadi Rp10.000/liter. Harga solar subsidi dari Rp5.150 menjadi Rp6.800/liter. Dan, pertamax naik dari Rp12.500 menjadi Rp14.500/liter. (ADV)



