Napi Narkoba Kendalikan Pengiriman Sabu dari Aceh ke Samarinda

SAMARINDA – Tim Gabungan dari Polda Kaltim dan Satnarkoba Polresta Samarinda berhasil mengagalkan peredaran 710,6 gram sabu di Kaltim.

Roby (33), warga Kampung Jawa, Samarinda, Kalimantan Timur tidak bisa berkutik saat Tim Gabungan dari Resmob Polda Kaltim dan Satnarkoba Polresta Samarinda menangkap di rumahnya saat baru tiba dari Aceh, Kamis (30/1).  Selain itu, Tim Gabungan juga mengamankan RE (45), penghuni Lapas Narkotika di Samarinda.

Sabu 710,6 gram dibawa pelaku Robby dari Aceh. Dan, pelaku Robby berhasil lolos pemeriksaan di dua Bandara Internasional, Aceh dan Jakarta. Pelaku Robby berhasil mengelabui petugas pemeriksaan bandara, karena mengkemas sabu sebagai pampers.

Saat menjalani pemeriksaan, pelaku Robby mengaku berhasil lolos pemeriksaan di bandara, karena sabu yang dibawanya dikemas menyerupai pempers dan menggunakan pakaian longgar.

Robby juga mengaku hanya disuruh RE mengambil sabu itu dari Aceh, untuk dibawa ke Samarinda. Dan, RE merupakan kakak ipar Robby, yang kini menjadi narapidana kasus narkoba di Lapas Narkotika, Bayur, Samarinda. RE baru menjalani hukuman 7 tahun dari vonis 20 tahun penjara.

Kasat Narkoba Polresta Samarinda, Kompol R Sigit Satrio Hutomo menyampaikan bahwa pelaku Robby merupakan kurir, yang mengambil, membayar dan membawa sabu berdasarkan perintah RE. Sebelumnya, Robby sudah pernah ke Aceh untuk memastikan sabu itu ada sebelum transaksi jual beli dan membawa ke Samarinda.

Pelaku Robby berangkat ke Aceh menggunakan pesawat komersial. Lalu, di hari yang sama, pelaku Robby berangkat ke Jakarta. Setelah dua hari di Jakarta, pelaku berangkat menuju Balikpapan.

“Pelaku merupakan suruhan dari kakak iparnya RE.  Kebetulan RE masih dalam masa hukuman di Lapas Bayur. Pelaku diminta iparnya berangkat ke Aceh membeli sejumlah narkotika dan dibawa ke Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Akibat perbuatanya, Robby harus berpisah dengan keluarganya dalam waktu yang lama. Robby akan menyusul RE untuk menjalani masa hukuman di Lapas Narkotika Samarinda.

Sementara itu, tersangka RE mengaku bahwa bisnis yang dilakukanya adalah bisnis menggiurkan. Sabu itu akan dikirimkan ke pedalaman Kaltim di Kutai Barat. Sabu itu rencananya akan dijual ke seseorang di Kutai Barat.

 “Tidak sampai satu kilo, pak. Duitnya nanti kalau sudah sampai disini. Mau dibawa ke tanah hulu, karena disana agak mahal. Saya kenal dengan bandar saat tinggal di Aceh,” kata tersangka RE.  

Para pelaku terancam pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 Undang-Undang (UU) nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (maman)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker