
SAMARINDA – Museum Samarinda dinilai masih memiliki keterbatasan untuk menarik minat masyarakat. Karena belum mampu berfungsi optimal sebagai ruang edukasi sejarah di Samarinda. Pengelolaan dan koleksinya masih minim.
“Kalau kita bandingkan dengan Museum Mulawarman Tenggarong, dari sisi daya tarik, Museum Samarinda masih kalau jauh. Tenggarong punya peninggalan sejarah kerajaan. Sedangkan Samarinda belum mampu menampilkan jejak kuat sejarah asli Samarinda,” ungkap Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, kemarin.
Dia menilai Museum Samarinda sulit untuk memunculkan satu identitas budaya tertentu. Sebab, keberagaman masyarakat di Samarinda cukup tinggi. “Museum Samarinda juga masih kesulitan mengumpulkan koleksi. Misal, benda bersejarah, lukisan dan foto-foto. Bahkan, beberapa warga belum bisa memberikan kepercayaan untuk menyerahkan barang peninggalan keluarga sebagai koleksi museum,” katanya.
Selain itu, kata dia, anggaran minim membuat ruang pengembangan program Museum Samarinda jadi terbatas. “Memang ada kerjasama dengan sekolah. Mulai PAUD sampai SMA. Tetapi kunjungan pelajar ke musem juga masih terbatas. Karena terkendala kurang memadainya akses dan fasilitas transportasi,” ucap dia.
Karena itu, kata dia, perlu ada solusi kongkret untuk dapat mengembangkan Museum Samarinda. “Peningkatan sosialisasi, pemisahan kelembagaan dan partisipasi masyarakat menjadi kunci agar museum lebih berfungsi sebagai pusat edukasi sejarah kota di Samarinda,” ucap dia. (adv/gs/DPRD Samarinda)



