
SAMARINDA – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda meminta Pemkot bisa mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena hal itu sebagai pondasi utama penting menuju kemandirian fiskal di Samarinda.
“Bukan hanya sekedar angka di dokumen APBD, tetapi PAD memiliki kekuatan menentukan arah pembangunan. Dan, Samarinda tidak lagi ketergantungan dengan dana transfer dari pemerintah pusat,” ungkap anggota DPRD Samarinda dari Fraksi PKS, Abdul Rohim, kemarin.
Menurut dia, peningkatan PAD Samarinda menjadi salah satu pembahasan utama saat rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Samarinda. “Mesti ada langkah konkret. Sehingga, pencapaian target PAD bukan hanya diatas kertas saja, tetapi bisa mampu menopang pembangunan secara berkelanjutan,” ucap Abdul Rohim.
Dia mengatakan, bahwa pemerintah harus lebih jeli menggali potensi baru dalam meningkatkan PAD, tanpa harus membebani masyarakat secara berlebihan. “Upaya peningkatan PAD harus mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Kita tidak ingin upaya peningkatan target PAD, justru akan memberatkan masyarakat. Pemerintah harus cermat menggali potensi baru PAD,” kata dia.
Dia optimis apabila pengelolaannya dilakukan secara serius, maka target PAD sebesar Rp1,2 triliun bisa teralisasi. “Kalau melihat pencapaian PAD beberapa tahun terakhir ini, yang selalu melampaui target, maka itu menunjukkan potensinya masih luas untuk bisa dikembangkan,” ungkap dia. (adv/gs/DPRD Samarinda)



