Merasa Terganggu, Pemabuk Timpas Pemilik Warnet Game Online

SAMARINDA – Seorang resedivis kasus perkelahian,  Kevin Charmeling (39)  menimpas pemilik warnet game Apriliansyah menggunakan senjata tajam parang panjang di Jalan Tarmidi, Samarinda Kota sekitar pukul 01.10 WITA, Selasa (21/4).

Peristiwa berdarah itu berawal saat pelaku ke warnet milik Apriliansyah di Jalan Tarmidi sekitar pukul 22.30 WITA, untuk mencari rekannya. Namun, pelaku tidak menemukan rekannya. Di warnet tersebut hanya ada seorang bocah sedang bermain game online.

Pelaku yang sedang mabuk karena pengaruh minuman beralkohol merasa terganggu dengan suara game online tersebut. Lantas, pelaku tiba-tiba menganiaya bocah tersebut.

Kemudian, pemilik warnet game online Apriliansyah langsung melerai dan meminta pelaku pergi dari tempat warnetnya.

Namun, pelaku Kevin tidak terima dan marah serta mencabut badik kecil untuk mengancam korban Apriliansyah. Tetapi, korban Apriliansyah tidak takut dengan ancaman pelaku.

Belum sempat terjadi perkelahian, warga sekitar yang melihat keributan tersebut langsung melerainya.

Tak lama kemudian, pelaku Kevin meninggalkan lokasi. Tetapi, pelaku rupanya kembali lagi ke lokasi membawa parang panjang mencari korban.

“Korban diserang dengan membabi buta. Korban dikabarkan kritis hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Syahranie untuk mendapat perawatan,” kata Iptu Dalimonthe Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Kota, Selasa (21/4).

Setelah itu , kata dia,  pelaku meninggalkan lokasi menuju rumah keluarganya di Jalan Revolusi, Loa Bahu, Sungai Kunjang.

“Pelaku kami amankan dirumah kerabatnya. Pelaku menyerang petugas saat diminta menunjukan barang bukti parang. Dan,  petugas akhirnya melumpuhkan pelaku dengan timah panas,” jelas Dalimonthe.

Karena perbuatannya, pelaku Kevin terancam pasal 351 ayat (2), dengan ancaman sekitar 5 tahun penjara. Sedangkan kondisi korban, masih berada penanganan medis. (maman)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker