
SAMARINDA – Kebakaran lahan di Samarinda, Kalimantan Timur sejak beberapa hari lalu di seputaran Bandara APT Pranoto mencapai 25 hektar. Akibatnya, sejak Senin (16/9) pagi sejumlah maskapai penerbangan telah mengalihkan operasionalnya ke Bandara Sultan Aji Sulaiman Sepinggan Balikpapan.
Sementara itu, puluhan unit pelaksana teknis Bandara APT Pranoto Samarinda, Senin (16/9) siang melakukan sholat istiaqa atau sholat minta hujan yang dipimpin ulama Kota Samarinda.
Petugas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Samarinda dan personil TNI, sejak Senin (16/9) siang langsung melakukan pemadaman di lokasi kebakaran lahan di Desa Pampang Kecamatan Samarinda Utara.
Komandan Kodim 0901, Kolonel Tomi Kaloko Utomo mengatakan bahwa kebakaran lahan di Samarinda terjadi di dua tempat, yakni Desa Handil Baru Kecamatan Palaran tidak jauh dari jalan tol Samarinda- Balikpapan, dan Desa Budaya Pampang.
“Dari dua lokasi kebakaran lahan yang terjadi di Kota Samarinda, dua-duanya berada di lokasi yang sukar dijangkau. Petugas pemadam dan TNI harus menarik puluhan meter selang untuk mencapai lokasi kebakaran yang ternyata berada di lahan gambut,” kata dia.
Kolonel Tomi Kaloko Utomo mengatakan bahwa meski TNI dan kepolisian terus mensosialisasikan bahaya membakar lahan dan hukum yang akan dihadapi masyarakat, tetapi masyarakat tidak terkesan tidak perduli dan terus melakukan pembakaran lahan, tanpa takut sanksi yang akan mereka terima.
“Ini para Babinsa juga sudah sosialisasi kepada masyarakat, tapi kita tahu bahwa penegakan hukum disini masih belum bisa ditegakan dengan bener.Diharapkan kedepan, kesadaran masyarakat nanti yang bisa mengendalikan ini semua. Walaupun kita sudah berupaya sosialisasi, kalau masyarakat tidak mau mentaati, memang agak sulit untuk menyelesaikan persoalan ini,” kata dia.
Sementara itu puluhan pegawai Unit Pelaksana Teknis Bandara APT Pranoto Samarinda menggelar shalat Istisqa untuk meminta hujan, agar kabut asap bisa segera hilang.
Shalat istisqa digelar di Halaman Parkir Kantor UPT Bandara APT Pranoto Samarinda
dan Dipimpin Ustad Abidin.
Shalat Istisqa digelar setelah hampir tiga hari Bandara
APT Pranoto Samarinda harus buka tutup akibat tebalnya kabut asap kiriman dari
propinsi lain di wilayah selatan dan tengah.
Kepala Bandara APT Pranoto Samarinda Dodi Dharma Cahyadi berharap atas munajat yang dilakukan masyarakat Samarinda diijabah Allah SWT dengan segera menurunkan hujan.
“Saat ini, kabut asapnya sudah sangat pekat. Kami shalat untuk meminta hujan kepada Allah SWT. Tidak ada satupun yang membantu kita, kecuali Allah. Jadi ilmu apapun itu yang tersebar kita serahkan kepada Allah SWT. Kita mengajak seluruh komunitas di Bandara APT Pranoto agar berdoa bersama memanjatkan supaya musibah asap ini cepat berlalu di bandara kita tercinta ini,” ungkap dia.
Hingga Senin (16/9) sore, kepekatan asap di Bandara APT Pranoto Samarinda sudah berangsur turun. Jarak pandang di Bandara APT Pranoto sejauh 5.000 meter, namun hingga pukul 18.00 WITA, tidak ada pesawat yang landing ke Bandara APT Pranoto.
Sejumlah penerbangan masih akan melihat kondisi Kota Samarinda pada Selasa (17/9). Begitu juga dengan maskapai penerbangan Lion Air Group yang dipastikan masih menutup penerbangan dari dan ke Samarinda, Kalimantan Timur. (maman)



