
SAMARINDA – Satu kapal penumpang dan barang tujuan pedalaman Kalimantan Timur meledak di Dermaga Pelabuhan Sungai Kunjang, Kota Samarinda , Kalimantan Timur, Rabu (25/12) dini hari.
Ledakan kapal penumpang Nurdalia tujuan Samarinda, Melak, Long Iram, dan Long Bagun ini berdampak pada kapal barang Maranata tujuan Muara Ancalong. Tiga orang menjadi korban akibat ledakan ini.
Mereka adalah Rian (20) warga Karang Asam dan Budi (25) warga Jalan Untung Suropati. Keduanya Anak Buah Kapal (ABK) kapal penumpang dan barang Nurdalia yang saat itu diduga berada didepan kapal tepat di lokasi ledakan.
Korban lainnya adalah Boy, ABK Norbudi C, kapal penumpang dan barang yang saat itu berada di depan kapal penumpang Nurdalia.
Kapolsekta Kawasan Pelabuhan AKP Aldi Alfa Faroqi mengatakan aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan meledaknya kapal penumpang dan barang tujuan pedalaman Kaltim ini.
“Kami masih mengumpulkan data kejadian. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan. Dan tiga korban telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” kata Aldi di lokasi kejadian.
Dugaan sementara, kata dia, ledakan berasal dari tabung gas. Kenapa bisa meledak? Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan. “Penyebabnya masih dalam penyelidikan,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Kota Samarinda Teguh Setia Wardana memastikan bahwa ledakan berasal dari tabung gas yang diangkut kapal tersebut.
Sesuai jadwal, Kapal Nurdalia berangkat Kamis (26/12). Seharusnya, Rabu (25/12) siang kapal itu muat barang.
“Manifes belum kami terima, karena kapal ini seharusnya baru bisa muat barang besok siang (Rabu,red), Jadi kami belum bisa jelaskan jumlah tabung gas yang diangkut,” kata Teguh.
Teguh menyampaikan pihaknya akan melakukan pemeriksaan dan pengecekan pemberian ijin Kapal Nurdalia untuk mengangkut barang di luar jadwal yang ditentukan.
“Kalau dikatakan ilegal, tidak sih. Cuma mereka tidak melapor memuat barang-barang ini ke pengawas dermaga setempat. Karena kami disini ada pengawas dermaga untuk mengawasi bongkar muat dan keberangkatan kapal. Jadi setiap kapal muat, harus laporan apa saja barang dimuat. Belum ada laporan,” pungkas dia. (maman)



