Hari Pertama Penyekatan Berjalan Aman

SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor memastikan hari pertama penyekatan arus di sejumlah perbatasan di Kalimantan Timur berjalan aman. Sejumlah warga sudah memahami keputusan larangan mudik merupakan program untuk menghambat penyebaran kasus Covid-19.

Pada Kamis (6/5/2021), personel kepolisian dari Polres Kutai Kartanegara dan anggota Kodim 0906 Tenggarong melakukan operasi penyekatan terhadap kendaraan yang akan keluar masuk Kota Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Antrean panjang kendaraan terlihat mengular hingga 3 kilometer dari dua sisi pada hari pertama pemberlakukaan pengetatan arus lalulintas yang melintas di perbatasan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda tersebut.

Tidak ada kendaraan warga diputar balik,  karena kendaraan yang melintas umumnya kendaraan milik warga yang berkerja di Tenggarong dan Kota Samarinda.

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor saat meninjau Posko Penyekatan Patung Lembusuwana Kelurahan Teluk Dalam Kecamatan Tenggarong Seberang mengatakan bahwa banyak sekali warga Kutai Kartanegara berkerja di Samarinda, begitu juga sebaliknya. Sehingga mereka bukan dikategori mudik.

Gak apa-apa, bagus saja, ternyata masyarakat dapat informasi. Dan tingkat kesadarannya sudah tinggi.  Jadi, yang mutar balik disini memang orang disini atau orang yang kerja di Tenggarong atau di Samarinda, tidak ada masalah,  itu bukan dari luar,” ungkap Isran Noor.

Untuk arus mudik, Isran Noor memastikan tidak ada celah bagi warga yang akan mudik. Petugas akan memerintahkan warga ketahuan mudik untuk kembali ke daerah asal.

“Sistem penyekatan ataupun pelarangan masyarakat menuju antar daerah diserahkan kepada pemerintah masing-masing,” ungkap dia.

Sementara itu,  Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak  menyampaikan TNI dan Polri telah menurunkan 4.100 personel di 10 Kabupaten/Kota se-Kaltimantan Timur, untuk  mematikan pengamanan arus mudik di Kalimantan Timur. Dan, seluruh personel akan ditempatkan di Posko Penyekatan, Pos Pengamanan dan Posko Pelayanan.

“Untuk Pos Pengamanan,  Pos Penyekatan,  Pos Pelayanan dan Pos Terpadu, seluruhnya ada 97,  dengan 4 Pos Penyekatan antar Propinsi,  ada  dua ada di Kabupaten Pasir,  satu di Kutai Barat, dan 1 di Berau. Kalau statusnya pekerja,  identitasnya jelas,  alamatnya jelas,  kemudian ada surat menunjukan akan berangkat kerja, maka akan dibiarkan lewat,” ucap dia.

Sedangkan, Pangdam VI Mulawarman Heri Wiranto mengatakan pasukan TNI sepenuhnya mendukung langkah kepolisian melakuakan pengamanan arus mudik di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

“Bila dibutuhkan, pasukan di Batalyon akan kita siapkan semua. Kalau bicara kekuatan, kita ada 3.500 lebih  dan siap untuk diperbantukan,  apabila diperlukan di seluruh wilayah Kaltim,” ucap dia.

Pemprov Kaltim melakukan penyekatan terbatas untuk mencegah gangguan perekonomian di beberapa daerah di Kalimantan Timur yang memang saling berhubungan.

Tujuannya, untuk menekan laju penyebaran Covid-19 selama libur Idul Fitri. Sehingga penyekatan hanya dilakukan bagi masyarakat yang ingin mudik. Sementara masyarakat yang memiliki pekerjaan atau kegiatan penting masih bisa melintas di perbatasan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur. (maman)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker