Gelar Rapat, Kemenag Samarinda Tetapkan Kadar Zakat Fitrah

SAMARINDA – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Samarinda menyelenggarakan Rapat Penetapan Kadar Zakat Fitri 144 H, di Ruang Kepala Kantor Kemenag Kota Samarinda, Jalan Harmonika Nomor 02 Samarinda.

Kegiatan yang rutin dilakukan tiap tahun ini dihadiri oleh Kepala Kemenag Kota Samarinda DR. H. Baequni, M.Pd, Kabag Kesra Pemkot Samarinda Ir. H. Kumarul Zaman, M.Si, Kepala BAZNAS Kota Samarinda, perwakilan MUI Kota Samarinda, Dinas Perdagangan, Bulog Samarinda, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Diskominfo Kota Samarinda.

Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Kota Samarinda  Baequni  mengatakan rapat penetapan besaran nominal zakat fitri atau zakat fitrah ini merupakan bagian dari kebiasaan setiap tahunnya menjelang bulan suci Ramadhan.

Penentukan kadar zakat fitrah ini penting karena pemerintah dan ormas memerlukannya, agar masyarakat memiliki acuan dalam pembayaran zakat fitrah masing-masing. Untuk itu Kemenag membutuhkan masukan dari para ulama dan berbagai pihak dalam menentukannya.

Sementara itu Kabag Kesra Pemkot Samarinda Kumarul Zaman mengungkapkan, bahwa kadar Zakat fitrah ini terkadang menjadi kontroversi di masyarakat. Oleh karena itu selaku pemerintah, paling tidak bisa memberikan panduan yang bisa dijadikan rujukan.

“Biasanya menjelang Ramadhan selalu ada yang menghubungi untuk menanyakannya,” ujar Kumarul Zaman.

Kumarul menuturkan, berbeda dengan kondisi di timur tengah, di Indonesia zakat fitrah menggunakan ukuran makanan pokok berupa beras. Padahal beras sendiri memiliki berbagai varian, sehingga memerlukan penetapan standar berdasar kategorinya.

Dari hasil diskusi dalam rapat ini akhirnya disepakati bahwa kadar beras yang ditetapkan adalah 2,5 Kg per orang, sebagaimana pendapat mayoritas ulama terutama madzhab Syafi’i yang dijadikan rujukan.

Adapun ketika nilai beras tersebut dikonversi ke dalam bentuk uang maka mayoritas peserta rapat, terutama dari kalangan ahli agama menyepakati bahwa nilainya adalah sesuai kategorinya, yakni kategori Rp30.000, kategori Rp40.000 dan kategori Rp60.000,-.

Adapun untuk kadar fidyah adalah sebesar 1 mud atau 0,7 Kg (7 ons) beras perhari, dengan kualitas beras sesuai tingkat ekonomi masing-masing. Jika pembayaran dalam bentuk uang maka nilainya disamakan sebesar Rp15.000 perhari.

Sebelum diambilnya keputusan ini, peserta rapat mendengarkan paparan baik dari Bulog, Dinas Perdagangan, hingga para ulama dari MUI dan Baznas.

Dari bulog memaparkan, kondisi harga beras medium dalam periode November hingga Desember 2022 lalu kisaran harganya ada pada  Rp9.500,-. Setelah memasuki Maret 2023 ini cenderung naik ke Rp10,500,-. Bahkan saat ini beras medium sulit ditemukan. Sehingga sekarang masyarakat Samarinda banyak membeli beras premium yang mana harganya saat ini sudah berkisaran di  Rp13.500. (ADV)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker