
SAMARINDA – Seekor anjing pelacak milik unit K9 Polda Kaltim diturunkan penyidik untuk mengungkap penyebab kematiam Muhammad Yusuf Ghajali (4), pelajar PAUD dan Tempat Penitipan Anak Janathul Arphan, yang jasadnya ditemukan tidak lengkap 2 bulan lalu.
Hasil penyelidikan mempertegas bahwa Muhammad Yusuf Ghajali terjatuh di parit yang berada 60 meter dari gerbang sekolah.
Pawang anjing pelacang K9 berulang kali menahan gerak tubuh anjing pelacak yang dibawa dari markas Brimob Polda Kaltim untuk menyusuri lokasi hilang dan ditemukanya tubuh Muhammad Yusuf Ghajali.
Anjing berwarna coklat kombinasi hitam ini terus berupaya masuk kedalam parit usai mencium sepatu milik korban.
Pawang berusaha menahan anjing itu, agar tidak masuk ke air. Anjing itu bukan spesialis pelacak di air.
“Kalau kita lihat penciumannya, tetap ke arah parit. Jadi dipastikan korban keluar dari sekolah langsung menuju ke selokan. Kalau dibawa orang, pastinya dia akan menuju ke arah jalan,” ucap pawang anjing K9, Bripka T Panjaitan, kemarin.
Sementara itu, Ketua RT 14, Subhan yang menyaksikan proses penelusuran anjing pelacak Polda Kaltim menceritakan bahwa anjing pelacak sempat berputar putar di sekolah kemudian menuju parit.
“Anjing pelacak keluar dari gang, kemudian langsung menyusuri parit oleh petugas yang memberi keterangan dipastikan bahwa Yusuf jatuh kesini. Karena jika dibawa orang, anjing itu pasti ke jalan untuk mengikuti,” kata dia.
Selain melakukan penyelidikan di lokasi, aparat kepolisian juga membongkar makam balita Yusuf untuk proses autopsi yang dipimpin ahli forensik dari Mabes Polri, Kombes dr Sumy Harry, dengan pendampingan Polda Kaltim dan Polresta Samarinda.
Pembongkaran makam cukup singkat, hanya berjalan sekitar 10 menit. Jenazah Yusuf dikeluarkan dari makamnya. Kemudian dibawa menggunakan kantung jenazah ke meja khusus untuk diperiksa ahli forensik, untuk mengambil sampel tulang leher milik Yusuf dan dibawa ke laboratorium di Jakarta.
Sebelumnya, balita Yusuf ditemukan di parit Jalan Pangeran Antasari Gang III, Samarinda atau 4,5 km dari lokasi PAUD sekitar pukul 08.15 WITA, Minggu, tanggal 9 November 2019). Balita Yusuf dilaporkan hilang sekitar pukul 15.00 WITA, tanggal 22 November 2019.
Polisi memastikan kematian balita Yusuf yang ditemukan tanpa kepala, karena terjatuh ke parit. Polisi menyebut tidak ada tanda-tanda dugaan pembunuhan. Dan, dua orang pengasuh PAUD sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dinilai lalai menjaga balita Yusuf. (maman)



