Fenomena Buzzer Jadi Sorotan, DPRD Samarinda Ingatkan Risiko Manipulasi Opini

SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda menaruh perhatian terhadap maraknya aktivitas buzzer di media sosial yang dinilai dapat memengaruhi opini publik secara tidak seimbang, terutama dalam isu politik.

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menyebut aktivitas buzzer umumnya berorientasi pada target tertentu, baik untuk membangun citra maupun menjatuhkan pihak lain. “Kalau targetnya menjatuhkan, ya itu yang dilakukan. Tidak melihat lagi apakah itu benar atau tidak,” ujarnya, Selasa (21/4/2026)

Menurutnya, praktik tersebut kerap mengabaikan objektivitas informasi, sehingga menjadi tantangan bagi masyarakat dalam memilah konten yang beredar di ruang digital.

Ia juga menyoroti faktor psikologis dalam memahami informasi. Perbedaan kondisi emosional, kata dia, dapat memengaruhi cara seseorang menafsirkan sebuah pesan. “Kalau baca tulisan, itu tergantung suasana hati. Bisa salah paham kalau tidak hati-hati,” jelasnya.

Dalam konteks itu, DPRD mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial, baik saat menerima maupun menyebarkan informasi.

Setiap pernyataan yang dipublikasikan, menurutnya, perlu dipertimbangkan dampaknya agar tidak memicu konflik atau menimbulkan kesalahpahaman. “Harapannya masyarakat dapat bersikap lebih kritis dan tidak mudah terprovokasi, sehingga ruang digital dapat berkembang menjadi lebih sehat dan konstruktif,” pungkasnya. (gs/ah/adv)

Penulis: Annisa Hidayah

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker