
TANJUNG REDEB — Wakil Bupati Berau Gamalis menegaskan keteladanan moral para Kepala Kampung menjaga kehidupan sosial masyarakat sangat penting. Terutama soal maraknya ancaman narkoba yang kini mulai merambah hingga ke tingkat desa. Peringatan keras ini muncul setelah terungkapnya kasus penyalahgunaan narkotika di Kampung Long Suluy, yang menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah.
“Kasus ini harus menjadi bahan renungan dan alarm serius bagi semua pemimpin kampung agar menjaga diri sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, Kepala Kampung bukan hanya pemegang jabatan administratif, tetapi juga figur publik yang memiliki tanggung jawab sosial, etika, dan moral di tengah masyarakat. Banyaknya isu prioritas yang membutuhkan perhatian pemimpin kampung. Mulai penanganan stunting, pengawasan peredaran narkoba, hingga pengelolaan dana desa agar tidak bersinggungan dengan hukum.
“Tugas Kepala Kampung hari ini cukup banyak. Ada stunting, ada narkoba, ada pengelolaan dana yang lebih baik agar supaya kita tidak terjerat hukum,” ujarnya.
Dia menekankan tidak ada ruang kompromi bagi aparat kampung yang terlibat narkoba atau penyalahgunaan jabatan. “Terkait narkoba, saya berharap kepada seluruh Kepala Kampung harus sudah dapat mengambil tindakan secara tegas terhadap pelaku-pelaku ini, baik penyebar maupun pemakai. Jangan ada toleransi,” katanya.
Gamalis mengingatkan bahwa peredaran narkoba tidak lagi hanya menyasar kelompok rentan, tetapi juga mulai menyasar orang-orang berpengaruh di kampung. “Narkoba ini saya lihat sudah mulai merambat ke dalam,” ucap dia.
Dia berharap Kepala Kampung dapat menjadi role model dan benteng pertama menjaga masyarakat dari ancaman narkoba, bukan justru menjadi bagian dari masalah. (ar/gs/adv)



