Desa Embalut Mulai Program Tanam Jagung di Lahan Bekas Tambang

KUTAI KARTANEGARA – Budidaya jagung pada lahan bekas tambang menjadi salah satu upaya reklamasi, sehingga lahan itu menjadi produktif. Ada 3 komponen utama dalam pola pertanian pada umumnya yakni tanah, tanaman, dan lingkungan. Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Desa Embalut di Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah memulai program penanaman jagung di lahan bekas tambang.

Kepala Desa Embalut, Yahya, mengungkapkan penanaman jagung di lahan bekas tambang batubara itu mencapai luasan 200 hektare.

Yahya mengakui bahwa lahan bekas areal pertambangan dapat diperbaiki dengan cara mengolah kualitas tanahnya, sehingga kembali seperti semua meskipun tidak akan sesempurna sebelumnya. Dan, Desa Embalut telah membuktikan dan saat ini melakukan empat kali melakukan panen jagung. Rencana ke depan, Desa Embalut akan membagikan bibit jagung unggul kepada petani setempat. “Kita akan terus bagikan tehnologi ini kepada petani untuk dicoba, sehingga harapanya tidak ada lagi areal bekas tambang yang tidak dimanfaatkan,” kata  Yahya,  Kamis (4/4/2024).

Selain itu bibit jagung yang dipesan dari luar daerah ini diklaim dapat berbuah hingga 5 sampai 6 buah per pohon. Dengan pola panen seperti ini, Yahya berharap Desa Embalut dapat meningkatkan produksi jagung tersebut.

Yahya juga menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari inisiatif Bupati Kukar untuk memberdayakan lahan pasca tambang. “Desa kita ini menjadi salah satu percontohan untuk menjawab tuduhan masyarakat bahwa lahan pasca tambang itu tidak baik untuk pertanian. Tapi di Embalut, kita buktikan itu bisa kita menciptakan pertanian yang produktif,” tegasnya.

Saat ini, produksi jagung di Desa Embalut masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan lokal dan belum di ekspor.

Yahya berharap agar masyarakat dan kelompok tani di desanya tetap produktif dan bersemangat dalam meningkatkan hasil pertaniannya. Tujuannya agar dapat menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat desa dan meningkatkan pendapatan asli desa. “Semoga produksi kita ini membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Yahya. (ADV/DISKOMINFO KUKAR)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker