
SAMARINDA – Persediaan darah di Unit Transfusi Palang Merah Indonesia (PMI) Samarinda mulai menipis. Bahkan nyaris habis dalam satu pekan terakhir ini. Karena para pendonor darah menurun drastis sejak menyebarnya Covid-19 dan memasuki Bulan Ramadhan.
PMI Samarinda terus mencari berbagai solusi mendatangkan pendonor untuk kebutuhan perawatan masyarakat di sejumlah Rumah Sakit di Samarinda dan Kutai Kartanegara. Salah satunya menggunakan media sosial (medos).
Meski hasilnya tidak terlalu signifikan, namun jumlah pendonor darah per hari terus berdatangan. Salah satunya, Sofyan warga Samarinda.
Dia mengaku datang ke PMI setelah melihat postingan dari PMI yang membutuhkan 5 kantong darah O untuk pasien. “Saya dapat info membutuhkan golongan darah O. Jadi saya coba untuk kesini untuk mendonorkan darah,” ungkap Sofyan, Rabu (21/4/2021).
Sementara itu, Kepala UPTD PMI Kota Samarinda dr Helda Fitriani mengatakan bahwa dalam 5 hari kedepan, jumlah pendonor semakin berkurang. Diperkirakan stok darah di PMI Samarinda terancam kritis. “Kami juga melakukan promosi. Kemudian sosialisasi juga lewat RRI,” ucap dia.
Untuk mengantisipasi kekurangan stok darah, dia mengimbau keluarga pasien yang membutuhkan darah agar mencari donor dari pihak keluarga dengan menjadi pendonor pengganti.
Selain itu, kata dia, PMI masih terus melakukan sosialisi mengumpulkan para pendonor sukarela maupun masyarakat umum, dengan menggelar acara buka puasa bersama. (maman)



