Pengendalian Banjir Berbasis Wilayah DAS

SAMARINDA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda menggelar Paparan Rencana Penanggulangan Banjir di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, Rabu (25/5/2025). Acara tersebut dihadiri langsung Wali Kota Samarinda Andi Harun, Sekretaris Daerah Hero Mardanus Satyawan, Asisten II, Kepala Perangkat Daerah seperti PUPR, BPKAD, BAPPERIDA, BPBD, seluruh Camat dan Lurah se-Kota Samarinda, serta anggota TAPD dan TWAP.

Wali Kota Samarinda Andi Harun memberikan arahan terhadap pentingnya pendekatan berbasis data teknis dan saintifik dalam merancang solusi banjir di Kota Samarinda. “Bagian-bagian Sumber Daya Air harus membuat perencanaan betul-betul berbasis data teknis dan saintifik lengkap. Kita tidak bisa asal membangun,” tandas Andi Harun.

Dia meminta setiap bidang struktur PUPR menyusun buku induk perencanaan terstruktur. Agar pelaksanaan program pengendalian banjir terarah. Dan prioritas pembangunan bisa ditentukan dengan jelas.

“Kita harus tahu yang mana harus dikerjakan duluan. Tidak semua berbasis proyek. Terpenting sekarang, fokus dulu penanganan jangka pendek, karena banjir dan hujan bisa datang kapan saja, tidak menunggu kita siap,” cetusnya.

Sementara itu, Dinas PUPR memaparkan konsep Pengendalian Banjir Kota Samarinda Tahun 2025 dan rencana tahun 2026, dengan pendekatan berbasis wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS), yang terbagi tiga zona utama.

Yakni, Zona Hulu, konservasi DAS, pembangunan bendungan/waduk (Waduk Lempake, Bendungan Pampang, Sempaja). Zona Tengah, normalisasi sungai, pembangunan kolam retensi (Vorvo, Air Hitam, Bengkuring), dan pengendalian tata guna lahan. Kemudian, Zona Hilir, peningkatan kapasitas drainase dan pengamanan terhadap pasang Sungai Mahakam melalui pembangunan pintu banjir dan pompa Karangmumus.

Program pengendalian juga dirancang dalam tiga tahapan waktu. Jangka pendek, penanganan banjir lokal seperti perbaikan drainase, sumur resapan, edukasi masyarakat, dan normalisasi sungai. Jangka menengah, fokus pada hulu dengan membangun bendungan, konservasi lahan, dan pengendalian erosi. Serta, jangka panjang, mengatasi pasang-surut Mahakam dengan pintu air, sistem pompa banjir, dan pengelolaan menyeluruh DAS Mahakam.

Paparan ini menjadi langkah awal menuju penyusunan strategi penanggulangan banjir lebih terarah, partisipatif, dan berbasis data.  Dan, Pemkot Samarinda berharap kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat implementasi solusi nyata di lapangan. (gs)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker