
MUARA BADAK – Berwisata ke pantai tidak selamanya harus berenang. Misalnya di Pantai Pantrita Palopi di Pulau Pangempang, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Disana, pengunjung bisa melakukan kegiatan apa saja. Mulai dari bermain permainan tradisional hingga belajar membatik.
Pengelola Pantai Pantrita Palopi berkerjasama dengan Kementrian Pariwisata, untuk membangkitkan sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.
Pada Minggu (5/6/2022), ratusan wisatawan atau pengunjung mendatangi Pantai Pantrita Palopi. Mereka tampak berjoget bersama mengikuti alunan musik dari salah satu band asal Samarinda.
Pengunjung bergerak secara serempak, melepaskan semua beban yang selama ini mungkin saja mereka rasakan. Tidak ada jarak diantara mereka.
Keseruan itu terlihat saat pelaksanaan Festival Pesisir Kalimantan Timur tahun 2022 di Pantai Pantrita Palopi. Festival tersebut mengambil tema Menjura Pesisir. Artinya persembahan dari pesisir pantai di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kegiatan tahunan ini dilakukan masyarakat sekitar Pulau Pangempang. Ini upaya kembali membangkitkan sektor pariwisata usai hampir 3 tahun terkesan mati suri.
Melalui Festival Pesisir Kalimantan Timur 2022, pengelola berharap agar pantai yang dulunya menjadi penopang ekonomi masyarakat sekitar Pulau Pangempang kembali hidup.
Untuk menuju Pantai Pantrita Palopi, pengunjung harus menyeberang menggunakan kapal kayu. Biaya yang dikeluarkan untuk sampai ke Pantai Pantrita Palopi sekitar Rp30 ribu per orang. Harga itu sudah termasuk tiket masuk ke pantai.
Saat tiba di pantai berpasir putih tersebut, pengunjung akan disambut sebuah lorong panjang berupa susunan pohon cemara. Suasananya membuat para pengunjung nyaman. Mereka tidak hanya berenang di pantai, tetapi bisa juga menikmati suasana pantai dengan bergelantung di hamuk atau beristirahat di dalam tenda, serta menikmati berbagai permainan tradisional.
Pengunjung bisa mencoba permainan menyumpit atau ketapel. Dua permainan ini mungkin biasa dimainkan saat berusia 8-12 tahun. Atau mencoba permainan gasing dan enggrang. Permainan gasing dan enggrang ini memerlukan keahlian khusus dan perlu latihan cukup lama.
Anggota Komisi IX DPR Hetifah Sjaifudian sangat gembira melihat inovasi masyarakat Muara Badak membangkitkan sektor pariwisata untuk peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
Bahkan dia terkejut melihat inovasi dari para pelaku usaha di Pulai Pangempang. “Kita tidak perlu fasilitas besar-besar yang super prioritas untuk destinasi. Pariwisata-pariwisata di tingkat desa atau kecamatan seperti inilah yang sebetulnya dicari masyarakat. Jadi itu bisa sebagai media pengembangan ekonomi local, penyerapan tenaga kerja dan memberikan kesepatan untuk berekspresi. Ini bagus dan kita happy banget kan,” ucap dia.
Sementara itu, Pengelola Pantai Pantrita Palopi Daeng Lompo mengatakan bahwa selama 2 tahun masa pandemi, banyak sekali UMKM di daerah ini terpuruk. Jadi diharapkan ada peningkatan kunjungan ke Pantai Pantrita Palopi.
“Pertumbuhan ekonomi berkolaborasi dengan beberapa stakeholder, sehingga pengunjung meningkat dan peningkatan taraf ekonomi masyarakat bisa dirasakan dampaknya. Jadi kita tidak meninggalkan permainan tradisional, justru itu yang kita tonjolkan di pesisir,” jelas dia.
Pantai Pantrita Palopi merupakan salah satu destinasi wisata alam terindah di wilayah pesisir Kabupaten Kutai Kartanegara. Lokasinya di sebuah pulau yang berjarak 62 kilometer dari pusat Kota Samarinda.
Bagi yang ingin berlibur dan menikmati deburan ombak di tepi pantai bersama keluarga atau kerabat, maka tidak perlu mencari tempat yang jauh, apalagi ke luar pulau. Cukup menempuh waktu sekitar 1 jam 50 menit, dari Samarinda ke Muara Badak. (maman)



