
SENDAWAR – Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas menjadi kunci keberhasilan industri 4.0. Sehingga keluarga yang baik akan mempengaruhi pembangunan kualitas SDM. Karena bagi keluarga yang tidak siap menghadapi fenomena tersebut, cenderung tidak optimal menjalankan 8 fungsi keluarga. Selain itu, program pembangunan nasional akan bermuara pada penguatan pembangunan keluarga. Karena itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengajak untuk menguatkan pembangunan keluarga melalui program kembali ke meja makan.
Pagelaran tarian massal yang dilakukan puluhan pelajar se-Kutai Barat membuka peringatan Hari Keluarga Nasional di Taman Budaya Sendawar, Kutai Barat, Kamis (18-7) siang.
Dengan gerakan tari yang kompak, para pelajar membawakan 9 tarian khas Kutai Barat berasal dari 6 anak suku Dayak Kalimantan Timur. Seperti suku Dayak Tunjung, Dayak Benuaq, Dayak Bahau, Enyah, Toonyoi, dan Punan.
Dipadu dengan arasemen musik yang kekinian tarian ini semankin menarik perhatian warga yang datang menyaksikan perayaan Hari Keluarga Nasional ke-26 yang dipusatkan di Kutai Barat.
Tampak hadir Inspektur Utama BKKBN RI Agus Sukiswo, Gubernur Kaltim Isran Noor, Bupati dan Walikota se-Kalimantan Timur.
Menghadapi tantangan industri 4.0, keluarga merupakan elemen terpenting yang harus dijaga untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia.
Menurut Inspektur Utama BKKBN RI Agus Sukiswo, strategi keluarga dalam menghadapi industri 4.0 adalah dengan cara menyelenggarakan kegiatan gerakan kembali ke meja makan bersama keluarga.
Gerakan ini akan memiliki kontribusi pada pembentukan peranan dan relasi antara suami dengan istri, orang tua dengan anak, lansia dengan cucu, keluarga inti dengan keluarga besar, dan setiap anggota keluarga dengan peranan sosialnya. Budaya untuk makan bersama di meja makan perlu diterapkan setiap hari, agar terbentuk karakter yang baik. Karena keluarga merupakan wadah pertama dan utama pendidikan karakter.
Berkumpul, beradaptasi, dan peduli berbagi, itu adalah tujuan kita. Sehingga keluarga kita itu tidak terlaluu jauh. Kalau sudah kumpul dengan keluarga, kita yakin menjadi suatu karakter keluarga pertahanan. Apalagi didukung dengan lingkungan kuat dan keluarga yang sejahtera,” kata Agus Sukiswo, Kamis (18/7).
Untuk mengetahui perkembangan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) merupakan suatu kegiatan ekonomi produktif yang berusaha meningkatkan pendapatan dari keluarga sejahtera secara berkelompok dilingkungan masyarakat sederhana. Inspektur Utama BKKBN RI dan Gubernur Kaltim bersama para Bupati dan Walikota menyempatkan diri meninjau lokasi pameran UPPKS di Lamin Adat Punan Kutai Barat.
Mereka menyaksikan hasil produksi UPPKS yang merupakan usaha skala rumah tangga yang bertujuan meningkatkan kesejahteraaan keluarga.
Sejumlah kerajinan khas Kutai Barat terlihat dipamerkan dan dijual seperti kerajinan olahan yang terbuat dari rotan. Serta kain ulap doyo dibuat para pengerajin dengan bahan baku yang banyak terdapat di daerah mereka masing-masing.
Meski merupakan produk rumahan. Namun hasil kerja para pengerajin mendapat pujian dari para pengunjung. Bahkan Gubernur Kaltim Isran Noor membeli sejumlah produk masyarakat untuk di bawa pulang.
Isran Noor mengaku bahwa UPPKS berusaha mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera. Jika hasil kerja mereka bisa diterima masyarakat, maka mereka telah mampu mensejahterakan keluarga mereka.
“Masalah seni, kreatifitas masyarakat Kutai Barat umumnya sudah bagus banget. Artinya tidak kalah dengan kreatifitas masyarakat luar Kutai Barat, Kalimantan Timur maupun secara nasional. Karena sudah memiliki kualitas terukur. Ya, bisa kita kurang promosi saja. Kualitasnya oke, kita tidak perlu rendah diri,” ungkap Isran Noor. Menurut dia, Hari Keluarga Nasional merupakan momentum bagi pemerintah untuk menumbuhkan kepedulian dan komitmen pada stakeholder, mitra kerja dan masyarakat pada program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga. Tujuannya, meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui usaha mikro, dengan terus meningkatkan tenaga terampil anggota kelompok UPPKS, dalam mengelola dan mengembangkan usahanya. (maman)



