Gasak Tiga Rumah, Tiga Komplotan Pencuri Diringkus Polisi

NUNUKAN – Satreskrim Polres Nunukan berhasil meringkus tiga komplotan pencuri, Rabu (17/7). Mereka adalah Herman (45), warga  Jalan Pasar Inhutani, Nunukan Utara. Kemudian, H. Roma (41) warga Jalan Pembangunan, Nunukan Barat. Dan, Junaedi (42) warga Sei Bolong, Nunukan Utara.

Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro melalui Kasubag Humas Polres Nunukan Iptu M Karyadi mengatakan bahwa ketiga pelaku merupakan pengangguran yang melancarkan aksinya saat korban lengah.

“Jadi, ketiga rumahnya tidak ditutup dan tidak berpenghuni,  pelaku langsung masuk dan mengambil barang-barang berharga milik korban,” terangnya, Kamis (18/7).

Tak hanya satu rumah korban, menurut dia,   mereka mengaku ada tiga rumah warga yang dimasukinya. Yakni, di Jalan Tanjung,  Kelurahan Nunukan Barat, Kabupaten Nunukan. Kemudian dua kali beraksi di Jalan Angkasa, Nunukan Timur, Kabupaten Nunukan.

“Jadi masing-masing korban sudah melapor. Kita masih melakukan penyelidikan, apakah masih ada rumah korban lainnya, ” tuturnya.

Sementara itu, dia menjelaskan, saat melakukan aksi pencurian, ketiga komplotan ini memiliki peran masing-masing. Mulai sebagai pemantau situasi, eksekusi dan sebagainya. “Mereka ada tugas masing-masing saat beraksi,” tambahnya.

Selain itu, kata dia,  kepolisian juga menemukan safe house  di pinggir Sei Bolong Nunukan. Safe house ini mereka jadikan sebagai titik berkumpul,  sekaligus tempat menyembunyikan barang hasil curian.

“Kita mengamankan barang bukti  satu unit amplifier BMB, 1 unit timbangan dan satu unit HP Samsung. Dan, kita juga mengamankan beberapa barang bukti hasil pengembangan yang diduga ada kaitannya dengan kasus pencurian ini. Diantaranya, 1 unit laptop Asus, 2 unit HP Samsung, 1 unit HP Asus, 1 unit TV tabung, 1 unit receiver dan  11 kursi plastik serta satu speaker,” ungkap dia. (*)

Sumber: Koran Kaltara

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker