Laila Minta Nasib Jukir Mesti Diperhatikan

SAMARINDA – Komisi II DPRD Samarinda banyak menerima keluhan sejumlah juru parkir liar (jukir) soal penghasilan yang minim apabila e-parking diterapkan. Keluhan itu disampaikan jukir saat anggota Komisi II DPRD Samarinda melakukan sidak beberapa waktu lalu.

“Para jukir mengeluh pendapatannya jadi menurun, kalau e-parkir diterapkan. Sebab, tanpa e-parkir, maka pendapatan jukir lebih besar dibanding menerima gaji sebagai petugas e-parkir yang diberikan pemerintah sebesar Rp1,2 juta,” ungkap anggota Komisi II DPRD Samarinda Hj Laila Fatihah, kemarin.

Laila Fatihah berharap Pemkot Samarinda memberikan honor sesuai. Sebab, tidak semua lokasi parkir sama.

“Dengan e-parking, memang pendapatan kita besar. Dan itu langsung masuk kas daerah. E-parking itu bisa mendongkrak pendapatan.  Masalahnya, karena ada e-parking, jukirnya jadi males, gajinya segitu,” kata dia.

Menurut dia,   sektor parkir menjadi salah satu sumber kebocoran terbesar PAD Kota Samarinda. Padahal, Pemkot Samarinda telah melakukan berbagai inovasi mengatasi persoalan kebocoran tersebut. Salah satunya, menerapkan e-parking.

“Namun di lapangan, program tersebut tak berjalan lancar. Masih banyak perparkiran yang menerapkan pemberian uang tunai,” ucap dia. (adv)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker