
SAMARINDA – Ketua Komisi III DPRD Samarinda Angkasa Jaya DJoerani mengungkapkan bahwa salah satu kendala terbesa selama ini dalam penangulangan banjir di Samarinda adalah persoalan lahan dan anggaran.
“Kita membutuhkan bantuan APBN dan APBD Provinsi untuk menanggulangi banjir di Samarinda dalam perencanaan jangka panjang sekitar 5-10 tahun,” kata Angkasa Jaya beberapa waktu lalu.
Menurut dia, tidak hanya pembangunan kanal drainase baru dan kolam retensi, tetapi semua sungai di Samarinda di beton. Sebab, posisi sungai lebih tinggi dari posisi daratan Samarinda.
“Kalau ada anggarannya, ya diharapkan posisi sungai harus di beton dan dibikin turap semua,” kata dia. (ADV)



