
Kabupaten Mahulu Masih Nihil Kasus Positif Covid-19
SAMARINDA – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi Kabupaten/Kota di Kaltim terbanyak merawat pasien positif Covid-19. Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kaltim per 15 Mei 2020, pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan di Kabupaten Kukar sebanyak 37 orang.
Kemudian, disusul Kabupaten Berau, yang masih merawat 34 pasien positif Covid-19. Lalu, Kutai Timur sebanyak 32 pasien, Samarinda 21 pasien, Kutai Barat 17 pasien, Paser 15 pasien, Balikpapan 14 pasien, Penajam Paser Utara 10 pasien, dan Bontang 7 pasien. Sedangkan Kabupaten Mahakam Ulu sampai sekarang ini masih nihil kasus positif Covid-19.
Secara keseluruhan, total pasien positif Covid-19 di Kaltim yang masih menjalani proses perawatan sebanyak 187 pasien.
Sementara itu, untuk jumlah kasus positif Covid di Kaltim, paling tinggi di Kota Balikpapan sebanyak 45 kasus. Disusul Kabupaten Kukar sebanyak 40 kasus, Kutai Timur 35 kasus, Berau 34 kasus, Samarinda 34 kasus, Penajam Paser Utara 19 kasus, Kutai Barat 18 kasus, Paser15 kasus, dan Bontang 11 kasus.
Jumlah keseluruhan kasus positif Covid-19 se-Kaltim per 15 Mei sebanyak 251 kasus.
Sedangkan pasien sembuh terbanyak di Kota Balikpapan, dengan jumlah 29 orang. Lalu, Samarinda sebanyak 12 orang, Penajam Paser Utara 9 orang, Bontang 4 orang, Kutai Kartenagara 3 orang, Kutai Timur 3 orang dan Kutai Barat 1 orang.
Jadi, jumlah keseluruhan pasien sembuh Covid-19 di Kaltim sebanyak 61 orang.
Untuk pasien positif Covid-19 di Kaltim yang meninggal dunia terbanyak di Kota Balikpapan sebanyak 2 orang. Lalu, di Kota Samarinda 1 orang. Sedangkan Kabupaten/Kota lainnya di Kaltim belum ada pasien Covid-19 yang meninggal dunia.
Jumlah kasus positif, pasien Covid-10 masih dirawat, pasien sembuh dan meninggal dunia itu disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi M Ishak dalam press releasenya secara virtual, Jumat (15/5).
“Diharapkan masyarakat senantiasa tetap menjaga diri dan mengurangi kegiatan di luar rumah. Kalaupun ada dan harus dilakukan, sebaiknya tetap mengutamakan keselamatan diri, gunakan APD yang dianjurkan pemerintah,” ungkap Andi. (sobirin)



