Jembatan Mahakam IV Beroperasi, Jembatan Mahakam I Bakal Direhab

SAMARINDA – Balai Pelaksana Jalan Nasional rencana akan melakukan rehab Jembatan Mahakam I. Sebab, selain telah berumur 33 tahun, jembatan tersebut dinilai telah mengalami kerusakan cukup berat. Dimana, jembatan itu telah beberapa kali ditabrak ponton pengangkut batu bara, yang melintas dibawah Jembatan Mahakam I.

“Kondisi Jembatan Mahakam I sangat menghawatirkan, kalau terus dipaksa menjadi salah satu jembatan utama menghubungkan Kota Samarinda dengan Samarinda Seberang serta Kabupaten/ Kota di Kaltim,” kata Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi saat meninjau Jembatan Mahakam IV, Senin (30/12) sore.

Rencana awal, kata Hadi Mulyadi, bahwa Jembatan Mahakam IV akan difungsikan jalur searah, apabila Jembatan Mahakam 1 telah diperbaiki.

“Kita harap Dinas PUPR Kaltim tidak terlalu lama melakukan rehab Jembatan Mahakam I. Sehingga konsep awal pembangunan jembatan ini untuk mengurai kemacetan lalulintas yang masuk dan keluar Kota Samarinda bisa terlaksana,” kata Hadi Mulyadi.

Hadi menyampaikan bahwa Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJT) telah melakukan uji beban Jembatan Mahakam IV.

“Hasil uji beban belum keluar. Namun, kita sudah bisa menggunakan Jembatan Mahakam IV mulai 2 Januari 2020. Karena akan ujicoba Bapak Gubernur langsung,”  kata Hadi. 

Hadi mengungkapkan Jembatan Mahakam IV sementara akan digunakan dua jalur sebelum difungsikan menjadi satu jalur. 

Pengerjaan Jembatan Mahakam IV  dibangun selama 6 tahun terbagi beberapa bagian. Seperti jalan pendekat sisi Kota Samarinda menjadi tanggung jawab PT Waskita dan PT Surya Bakti, dengan skema kerjasama operasional (KSPO). Sisi pendekat itu memiliki panjang 502,4 meter dan menelan anggaran sebesar Rp225,84 miliar.

Sedangkan bentang utama jembatan sepanjang 400 meter dikerjakan PT Pembangunan Perumahan, dengan nilai kontrak Rp180,64 miliar. Lalu, jalan pendekat sisi Samarinda Seberang sepanjang 386,65 meter, dikerjakan PT Jaya Konstruksi-PT Modern Technical dengan skema KSO, dengan nilai kontrak Rp 226,87 miliar. 

“Lamanya waktu pembangunan, karena dana sepenuhnya bersumber dari APBD Kaltim. Jadi, ketika APBD Kaltim mengalami defisit, maka pembangunan jembatan sempat terhambat,” jelasnya.

Setelah sekian lama menunggu warga Kaltim akhirnya harapan warga Samarinda terwujud. “Wajar, jika kami berharap Presiden RI Joko Widodo bisa meresmikan Jembatan Mahakam IV, seperti Jembatan Mahakam I yang diresmikan Presiden RI ke 2 Soeharto tahun 1987,” kata Hadi.

Hadi menilai Jembatan Mahakam IV kondisinya lebih baik dibanding Jembatan Mahakam I dan Jembatan Mahkota II. 

“Kita terima hasil uji beban statis dan dinamis. Ternyata, hasilnya jauh lebih baik, daripada jembatan yang pernah ada, seperti Jembatan Mahakam I dan Mahkota II,” ungkap Hadi.

Sementara itu Andik Riyanto, warga Samarinda mengaku senang Jembatan Mahakam IV akan segera beroperasi.

“Jembatan ini harapannya menjadi solusi kemacetan lalulintas yang terjadi setiap hari  disini, ” kata Andik singkat.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah membangun 3 jembatan diatas Sungai Mahakam di Kota Samarinda.

Jembatan Mahakam 1 dibangun pada tahun 1982 dan diresmikan tahun 1987  di Jalan Untung Suropati Samarinda dan Jalan Bung Tomo.  Lalu, Jembatan Mahakam 2 atau Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) yang menghubungkan Loa Bakung dengan Loa Janan. Kemudian, Jembatan Mahakam III atau dikenal dengan sebutan Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) menghubungkan Jalan Patimura dan Jalan Sungai Kerbau. (maman)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker