SAMARINDA – Keterlibatan generasi muda dalam pembangunan Kota Samarinda dinilai masih belum optimal. Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengakui partisipasi pemuda secara formal dalam proses pembangunan daerah masih sangat minim, meskipun pemerintah telah memiliki regulasi yang mengatur kepemudaan.
Novan menyebut, DPRD menyadari masih terdapat kekurangan dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk terlibat secara langsung dalam pembangunan. Padahal, pemikiran dan aksi pemuda dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap kemajuan kota.
“Kalau saya selama di DPRD, keterlibatan pemuda secara formal itu belum ada, masih sangat minim sekali,” ungkapnya, Sabtu (31/10/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi DPRD untuk memperbaiki pola komunikasi dan membuka kesempatan lebih luas bagi organisasi kepemudaan.
“Kami juga mengakui kekurangan kami memang membuat regulasi kepemudaan, tetapi faktanya kami sendiri belum memberikan ruang secara terbuka terhadap kepemudaan,” ujarnya.
Novan mengatakan, pihaknya berupaya mendorong keterlibatan pemuda sesuai batas kewenangan DPRD. Salah satunya melalui pelibatan dalam pembahasan perencanaan pembangunan maupun kegiatan yang dilaksanakan di Kota Samarinda.
Ia menilai, keterlibatan pemuda tidak seharusnya berhenti pada tatanan penyampaian aspirasi, seperti yang umum terjadi, tetapi perlu berlanjut hingga proses pelaksanaan pembangunan.
“Dari masukan rekan-rekan dan adinda-adinda kita di kepemudaan, kita mencoba dengan batas wewenang kami untuk melibatkan mereka dalam segala hal,” jelasnya.
Novan berharap, terbukanya ruang partisipasi dapat mendorong generasi muda mengambil peran lebih aktif dalam pembangunan daerah. Sekaligus memperkuat hubungan antara DPRD dan organisasi kepemudaan. Kolaborasi tersebut penting, agar kebijakan dan program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah dapat turut mempertimbangkan gagasan serta kebutuhan generasi muda.
“Ruang-ruang itu yang memang hari ini dibutuhkan karena pemikiran dan aksi mereka cukup memberikan dampak terhadap pembangunan Kota Samarinda,” tutupnya. (ah/gs/adv)
Penulis: Annisa Hidayah



