
KUTAI KARTANEGARA – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil melatih 250 pemuda melalui program Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM) 2025. Program ini menjadi salah satu pencapaian penting Dispora dalam memperkuat kemampuan wirausaha generasi muda sekaligus memastikan seluruh agenda pembinaan tahun ini berjalan sesuai target.
Kepala Bidang (Kabid) Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, Derry Wardhana, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Klinik WPM sepanjang tahun 2025 berjalan lancar. Dan seluruh kegiatan mampu terselesaikan tanpa penundaan. “Alhamdulillah target capaian kita 100 persen tercapai sesuai dengan rencana kerja yang telah dibuat,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Dia menyebutkan bahwa materi pelatihan yang diberikan sangat beragam. Mulai dari penguatan usaha, pengembangan ide bisnis, pelatihan kewirausahaan, hingga pelatihan pemasaran digital. Selain itu, setiap kecamatan mendapatkan kesempatan untuk menggelar sesi sharing usaha sebagai ruang diskusi bagi pemuda untuk bertukar pengalaman dan membangun jejaring. “Kegiatan sharing usaha menjadi salah satu yang paling diminati karena bisa saling bertukar strategi bisnis,” jelasnya.
Derry menuturkan bahwa peserta Klinik WPM datang dari berbagai latar belakang usaha. Sektor kriya, kuliner, dan jasa menjadi bidang yang paling banyak diikuti, dengan kuliner sebagai sektor dominan. Dan, antusias pemuda berwirausaha terus meningkat setiap tahun. “Capaian ini menunjukkan bahwa antusiasme pemuda terhadap dunia usaha sangat tinggi,” tegasnya.
Dispora Kukar mencatat bahwa sejak pertama kali dilaksanakan pada 2020, Klinik WPM telah memberikan pembinaan kepada lebih dari 2.000 peserta. “Angka tersebut menunjukkan bahwa program ini konsisten menjadi ruang belajar yang diminati oleh pemuda di Kukar,” katanya.
Derry memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus menjaga keberlanjutan Klinik WPM sebagai wadah pembinaan wirausaha muda. “Kami berkomitmen menjaga kesinambungan Klinik WPM sebagai wadah pembinaan wirausaha muda secara berkelanjutan,” ucapnya.
Diaa berharap dukungan yang terus diberikan dapat melahirkan lebih banyak pelaku UMKM muda yang kreatif dan mampu bersaing di berbagai tingkat kompetisi. “Dengan meningkatnya partisipasi setiap tahun, kami berharap Klinik WPM dapat mencetak lebih banyak pelaku UMKM muda yang mandiri dan berdaya saing tinggi, baik di tingkat daerah maupun nasional,” ungkap dia. (adv/pur/Dispora Kukar)



