
KUTAI KARTANEGARA – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengembangkan inovasi olahraga berbasis budaya lokal melalui rencana pembentukan zona olahraga tradisional. Inisiatif ini dihadirkan untuk menghidupkan kembali permainan khas daerah sekaligus memberi ruang belajar bagi masyarakat mengenai nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan bahwa zona tersebut nantinya menjadi tempat masyarakat bisa kembali memainkan olahraga khas daerah yang mulai jarang ditemui. Tren minat masyarakat, khususnya anak muda, terhadap permainan seperti bergasing dan menyumpit menunjukkan peningkatan positif.
“Antusias masyarakat terhadap olahraga tradisional terus tumbuh. Ini momentum yang tepat untuk membangkitkan kembali warisan budaya dengan cara yang lebih modern dan terbuka,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).
Dia menilai bahwa permainan tradisional memiliki peranan penting dalam membangun karakter masyarakat. Nilai-nilai seperti kerja sama, disiplin, dan sikap saling menghormati melekat kuat dalam setiap aktivitasnya. Sehingga tidak hanya menjadi hiburan fisik, tetapi juga pembelajaran sosial.
“Permainan tradisional adalah bagian dari jati diri masyarakat. Kami ingin anak-anak muda kembali mengenal nilai budaya lokal lewat kegiatan yang menyenangkan dan menyehatkan,” sebutnya.
Sebagai tahap awal, kata dia, Dispora Kukar sedang memetakan sejumlah ruang publik yang memungkinkan untuk diubah menjadi zona permainan tradisional. Area seperti taman kota, fasilitas stadion, hingga ruang terbuka di kecamatan menjadi pilihan agar masyarakat dari berbagai wilayah bisa mengaksesnya tanpa hambatan. “Konsep ini dirancang untuk menghadirkan ruang yang aktif setiap hari, bukan hanya saat ada kegiatan tertentu,” katanya.
Program ini, kata dia, menjadi bagian upaya Dispora memperluas fasilitas olahraga yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. Zona tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pelajar, komunitas, maupun warga umum sebagai tempat berkumpul, berinteraksi, dan menikmati kegiatan yang mengusung budaya lokal. “Olahraga adalah ruang pemersatu. Dengan menghadirkan sentuhan budaya lokal, kami ingin menjadikannya sebagai sarana memperkuat identitas daerah,” tuturnya.
Aji Ali menjelaskan bahwa keberadaan zona olahraga tradisional diharapkan menjadikan permainan khas daerah tidak sekadar nostalgia, tetapi hadir kembali sebagai bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Kami optimistis konsep ini bisa menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi warga Kukar. Semoga langkah ini menginspirasi masyarakat agar bangga dengan warisan budayanya sendiri dan menjadikan olahraga tradisional sebagai bagian dari gaya hidup sehat,” ungkap dia. (adv/pur/Dispora Kukar)



