
KUTAI KARTANEGARA – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen memperkuat sektor ekonomi kreatif di kalangan pemuda berbasis masjid melalui kerjasama dengan Ikatan Remaja Masjid (IRMA). Sinergi ini diarahkan untuk mendorong lahirnya generasi muda yang religius, mandiri, dan produktif dengan menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan sekaligus ruang pengembangan ekonomi kreatif.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menjelaskan bahwa potensi besar remaja masjid perlu difasilitasi agar mampu memberi dampak nyata bagi lingkungan sekitar. “Pemuda masjid memiliki energi dan semangat luar biasa. Kalau diberi ruang dan dukungan yang tepat, mereka bisa menjadi penggerak ekonomi dan sosial di masyarakat,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).
Menurutnya, IRMA tidak hanya menjadi wadah kegiatan ibadah, tetapi juga bisa menjadi tempat anak muda mengasah kemampuan kewirausahaan dan kepemimpinan. “Kami ingin IRMA menjadi wadah yang melahirkan generasi kreatif, berjiwa usaha, dan memiliki tanggung jawab sosial,” tuturnya.
Dispora Kukar telah melaksanakan berbagai pelatihan kewirausahaan bagi pemuda IRMA dan pemuda gereja sebagai bagian dari program pembinaan lintas komunitas. Tahun depan, program tersebut akan diperluas melalui kerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk memperkuat pembinaan ekonomi berbasis masjid. “Kolaborasi dengan DMI akan membuat kegiatan pemberdayaan ini semakin terarah dan berkelanjutan,” jelasnya.
Selain itu, kata dia, Dispora Kukar juga menyiapkan sarana olahraga di sekitar masjid untuk menciptakan gaya hidup aktif di kalangan remaja. “Ini diharapkan memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan keterlibatan pemuda dalam kegiatan positif,” katanya.
Saat ini, menurut dia, Dispora sedang membangun sistem data kepemudaan dengan melibatkan anggota IRMA sebagai bagian dari tim lapangan. Data tersebut nanti akan digunakan untuk memetakan potensi wirausaha muda agar pembinaan bisa lebih tepat sasaran.
“Melalui data ini, kami bisa tahu siapa saja yang punya potensi, sehingga program pembinaan benar-benar menjangkau yang membutuhkan,” kata dia.
Salah satu hasil konkret dari upaya tersebut terlihat di IRMA Masjid Agung Tenggarong yang berhasil mengelola usaha digital printing berkat dukungan dari Dispora. “Dari masjid, para pemuda belajar berbisnis, bekerja sama, dan membangun rasa tanggung jawab. Ini model yang ingin kami kembangkan di seluruh Kukar,” ungkap dia. (adv/pur/Dispora Kukar)



