BNNK Berhasil Bongkar ‘Rumah’ Penyimpanan Sabu di Samarinda

SAMARINDA – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Samarinda berhasil membongkar rumah penyimpanan narkoba jenis sabu-sabu di Jalan Lambung Mangkurat. Selain menemukan sabu-sabu, petugas BNNK Samarinda mengamankan berbagai jenis senjata tajam dan senapan angin.

“Senjata tajam itu diduga digunakan para pelaku saat keributan di dekat rumah penyimpanan (safe House) sabu milik jaringan narkoba di tempat itu. Karena sebelumnya, ada bentrokan antar kelompok yang diduga karena persoalan narkoba,” kata Plt Kepala BNNK Samarinda AKBP Halomoan Tampubolon,Selasa (14/4).

Menurut dia, BNNK Samarinda melakukan penyelidikan kasus tersebut, usai ada laporan telah terjadi keributan disebabkan narkoba. Saat penggrebekan, 5 orang pelaku berhasil kabur dengan meloncat ke Sungai Karang Mumus.

“Kawasan itu memang sudah menjadi target. Namun setiap kami grebek selalu kosong. Berdasarkan pengalaman itu, petugas kami langsung melakukan penyisiran. Dan benar saja, sekitar 10 meter dari rumah kosong tempat berjualan,  petugas menemukan sebuah rumah yang mencurigakan. Kami langsung melakukan penggeledahan. Hasilnya, kami temukan barang bukti,” kata Tampubolon.

Dia menyampaikan, di rumah tersebut petugas pria bernama DIP (29), warga Gang Bakti.  Dan, polisi menemukan barang bukti 41 poket sabu-sabu siap edar, dengan berat total 53,45 gram brutto dan satu butir ekstasi yang disimpan dalam brankas besi.

“Jadi, barang buktinya ini disimpan dalam brangkas besi, ada sekitar 41 poket sabu kami temukan,” terang Tampubolon.

Dia mengatakan berdasarkan pengakuan awal tersangka DIP,  kalau barang bukti tersebut bukan miliknya. Tetapi milik seseorang yang saat ini dalam pelacakan. “Kalau dari pengakuannya, ini bukan punya dia, tapi orang lain. Ini yang akan kami cari tahu,” kata dia.

Dalam menjalankan bisnisnya, kata dia, sindikat Gang Bakti ini mempekerjakan 5 orang untuk ikut berjualan narkoba. Masing-masing berperan membawa 5 gram narkoba dalam bentuk poketan di sekitar loket untuk dijual.

“Kalau sudah habis, mereka kembali ke tempat penyimpanan sabu untuk mengambil poketan narkoba baru. Jadi, mereka ini memang terorganisir, makanya selama ini sulit kami bongkar. Sayangnya saat kami datang ke lokasi, kami gagal mendapatkan kaki tangannya,” kata Tampubolon.

Selain mengamankan DIP, kata dia, petugas juga mengamankan 5 orang pelanggan. Dimana, saat petugas tiba di lokasi, mereka sedang menunggu barang yang dipesannya. Kelima pelanggan itu masih menjalani pemeriksaan intensif oleh petugas BNNK Samarinda.

Sementara itu DIP terancam melanggar UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Peredaran Narkotika, jika terbukti sebagai pengedar maka akan terancam  hukuman minimal 5 tahun penjara. (maman)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker