Amankan CCTV, Polisi Selidiki Tewasnya Narapidana di Lapas Samarinda

SAMARINDA – Paska tewasnya narapidana Lapas Klas II A Samarinda, Ahmad Syukur (34) warga  Tenggarong Kutai Kartanegara di Rumah Sakit Umum AW Syahranie Samarinda, Selasa (11/2) pagi,  tim penyidik Polresta Samarinda langsung mengamankan rekaman CCTV di Lapas Klas II A Samarinda.

“Ya, semua barang bukti kita amankan. CCTV semua kita amankan. Memang CCTV tidak langsung masuk kedalam kamarnya. Sehingga kejadian didalam kamar juga tidak bisa dilihat. Namun CCTV ke lorongnya kita amankan,” kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman dikantornya Rabu (12/2) sore.

Selain itu, kata Arif,  sedikitnya ada 10 orang saksi telah dimintai keterangan untuk memastikan penyebab kematian korban. Termasuk para perawat yang memeriksa korban sebelum meninggal di Rumah Sakit. Dimana, perawat menerangkan bahwa bersangkutan memang sakit.

“Menurut keterangan tim medis yang saat itu memeriksanya, dikatakan ada indikasi gangguan ginjal, perut dan kaki bengkak, gangguan hati, dan gula darah rendah. Nah itu penjelasan secara medisnya. Namun untuk mengetahui penyebab pastinya, kita tunggu hasil autopsi,” katanya.

Selain itu, kata dia, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, disampaikan bahwa bersangkutan orangnya kurang bergaul dengan narapidana lain.

Sementara itu, Dokter Forensik Rumah Sakit Umum AW Syahranie dr Kristina Uli Gultom belum bisa menentukan penyebab kematian Ahmad Syukur.

“Kita menunggu hasil laboratoriumnya keluar. Tadi diambil, karena sudah sore, mungkin besok baru dimatangkan. Biasa hasilnya 2-3 minggu, karena menunggu antrian,” kata dr Kristina.

dr Kristin mengaku tidak ditemukan ada tanda tanda kekerasan pada tubuh korban. Hasil pemeriksaan tim forensik menemukan ada kelainan pada organ paru dan ginjal.

“Lebam yang muncul merupakan lebam mayat, karena mengikuti proses gratifikasi bumi. Hasil sementara kita temukan ada kelainan organ paru dan ginjal. Tetapi, untuk memastikan kita akan bawa ke laboratorium,” tambahnya.

Sementara itu, Sugiono, kakak kandung korban mengaku tidak puas dengan hasil autopsi dari Tim Dokter Forensi AW Syahrannie Samarinda.

“Saya tidak terima dengan hasil pernyataan tim dokter, yang mengatakan adik saya meninggal karena penyakit. Saya minta polisi melakukan penyelidikan di Lapas, karena saya yakin adik saya meninggal karena dianiaya. Luka lebam itu adalah akibat penganiayaan,” kata Sugiono.

Setelah dilakukan autopsi selama 4 jam, jenazah Ahmad Syukur akhirnya  langsung dibawa ke rumah duka di Kampung Melayu Tenggarong. Kemudian di makamkan di pemakaman muslimin. (maman)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker