Satu PDP di Balikpapan Meninggal Dunia

SAMARINDA – Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Balikpapan meninggal dunia. Walau hasil rapid test dinyatakan positif virus corona, tetapi Dinas Kesehatan mengaku hasil rapid test bukan jadi patokan.

“Meski hasil rapid test menyatakan positif,  kami tetap mengacu hasil laboratorium resmi dari Balai Kesehatan RI. Dan itu yang kami yakini dan keluarkan secara resmi,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim  Andi M Ishak dalam jumpa pers di Kantor Dinas Kesehatan Kaltim Jalan AW Syahranie, Samarinda, Rabu (1/4) sore.

Andi mengatakan bahwa kematian satu PDP di Balikpapan karena penyakit batuk, pilek, dan sesak nafas.  Pasien datang ke Rumah Sakit Tentara Hardjanto sejak 30 Maret 2020.

“Sample swab telah diambil dan dikirim ke BBLK. Saat ini kita menunggu hasil laboratorium. Kalau hasil penelitian contact tracing, pasien tidak pernah bertemu dengan klaster manapun,” kata Andi.

Begitupula di Berau, kata dia, satu pasien yang positif berdasarkan hasil rapid test di Rumah Sakit Abdul Rifai Berau, belum bisa dikatakan positif, karena  hasil laboratoriumnya belum keluar.

“Rapid test hanya untuk penanganan awal dan masih perlu dilihat perkembanganya 2-3 hari kedepan,” kata Andi. (maman)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker