SAMARINDA – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mendorong penguatan keterampilan atau skill bagi generasi muda sebagai bekal menghadapi persaingan dunia kerja. Kepemilikan ijazah pendidikan formal tidak cukup untuk menjamin seseorang mampu memperoleh pekerjaan maupun mengembangkan usaha.
Ia menilai, perubahan kebutuhan dunia kerja menuntut generasi muda memiliki kemampuan tambahan dengan bidang pekerjaan yang ingin digeluti. Karena itu, pelatihan keterampilan perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Ya, memang sekarang ini kan sudah eranya berbeda. Karena sekarang dengan mengantongi ijazah saja tidak cukup,” ujar Helmi Abdullah, Sabtu (31/10/2026).
Ia menyebut, kolaborasi dengan berbagai pihak dapat menjadi salah satu langkah memperluas akses pelatihan bagi generasi muda. Instansi pemerintah, perbankan hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai memiliki potensi untuk dilibatkan dalam program peningkatan keterampilan.
“Makanya generasi muda bagaimana nantinya juga ada menggandeng instansi atau perbankan atau yang lain untuk mengadakan pelatihan-pelatihan yang menyangkut keahlian,” katanya.
Helmi menyebut, peningkatan keterampilan sudah menjadi hal wajib bagi pemuda, seiring semakin masifnya peluang kerja secara global, yang turut menimbulkan tantangan peningkatan kapasitas.
Ia berharap, pelatihan-pelatihan yang digelar pemuda tidak hanya memberikan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan praktis yang dapat diterapkan ketika memasuki dunia kerja.
“Jadi dengan adanya skill itu saya kira modal-modal nanti ketika mau selesai kuliah, punya ijazah, punya skill, saya kira itu memudahkan untuk mencari pekerjaan ataupun berkreasi,” tutupnya. (ah/gs/adv)
Penulis: Annisa Hidayah



