
SAMARINDA – Saat seluruh aktivitas belajar mengajar di sekolah diliburkan, musibah kebakaran menimpa SMA Negeri 15 Samarinda, Selasa (24/3). Kebakaran yang menghanguskan ruang guru SMA Negeri 15 Samarinda diduga akibat konsleting listrik.
Tidak ada korban jiwa dari musibah kebakaran tersebut. Namun, berkas daftar nilai ulangan pelajar kelas 3 SMA Negeri 15 Samarinda hangus terbakar.
Petugas pemadam kebakaran yang dikawal petugas kepolisian hanya bisa menyelamatkan sebuah lemari besi dari ruang Kepala Sekolah SMA Negeri 15 Samarinda.
Lokasi sekolah di perbatasan Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara membuat petugas pemadam kebakaran hanya bisa menyemprot sisa-sisa api yang membakar bangunan yang digunakan sebagai ruang guru, komite sekolah dan perpustakaan tersebut.
Suhadi, salah seorang warga mengaku bahwa kebakaran begitu cepat. Sebelum api membesar, terdengar suara ledakan yang keras. Dan, pagar sekolah yang terkunci membuat warga kesulitan masuk menyelamatkan barang-barang sekolah.
“Awalnya muncul suara seperti mercon itu meledak. Dan, langsung keluar asap.Tidak ada orang. Tadi mau masuk, tapi pintunya dikunci,” ungkap dia.
Sementara itu, sejumlah petugas pemadam kebakaran langsung menyisir lokasi kebakaran untuk mengamankan beberapa barang milik sekolah tersebut.
Seorang guru terlihat panik dan berusaha meminta bantuan petugas kepolisian dan TNI untuk mengamankan lemari besi di ruang kepala sekolah.
Desi, salah seorang guru di SMA Negeri 15 Samarinda mengaku meski libur sekolah, para guru masuk kerja sampai pukul 13.00 WITA, pada Selasa (24/3). Para guru tetap beraktivitas seperti biasa untuk mempersiapkan ujian sekolah. “Kami jam 1 tadi pulang. Ada sampai jam 13.00 WIta sampai 13.30 WITA. Kami tidak tahu asap apinya. Kami datang kesini api sudah besar,” kata dia. (maman)



