Desa Budaya Pampang Mesti Ditata Menyeluruh

SAMARINDA – Desa Budaya Pampang dinilai memiliki potensi besar menjadi ikon wisata budaya Kota Samarinda. Namun, kawasan tersebut dinilai masih memerlukan penataan yang lebih menyeluruh agar identitas budayanya benar-benar terasa sejak wisatawan memasuki kawasan.

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, mengatakan pengembangan Desa Budaya Pampang tidak cukup hanya mengandalkan pertunjukan budaya yang rutin digelar, tetapi juga harus didukung penataan kawasan dan pembinaan yang berkelanjutan.

“Setiap tahun Desa Budaya Pampang mengadakan Festival Budaya. Nah, ini mestinya dijadikan kalender tetap, kalender budaya,” ujarnya, Selasa (18/8//2026).

Menurutnya, penetapan festival sebagai kalender budaya resmi akan membuat pembinaan pemerintah lebih terfokus sekaligus membuka ruang dukungan anggaran yang lebih terarah setiap tahunnya.

Viktor menilai pengalaman wisata di Pampang masih berbeda dengan kawasan budaya di Bali yang mampu menghadirkan nuansa budaya sejak wisatawan tiba di bandara hingga memasuki kawasan destinasi.

“Di Bali kita datang di bandara sudah dapat aura budayanya. Kalau di Pampang, kita datang sampai di jalan menuju ke sana belum terasa identitas budayanya,” katanya.

Ia mengusulkan agar akses menuju Desa Budaya Pampang diperkaya dengan ornamen khas Dayak, seperti ukiran, patung, dan elemen visual lainnya. Bahkan, rumah-rumah warga di kawasan tersebut diharapkan ikut menampilkan identitas budaya sebagai bagian dari wajah destinasi.

Menurut Viktor, penataan tersebut akan membuat wisatawan merasakan karakter Desa Budaya Pampang secara utuh, bukan hanya ketika tiba di rumah lamin tempat pertunjukan berlangsung.

“Seluruh jalan itu harus terkoneksi dengan identitas budayanya. Itu yang belum kita lakukan untuk Desa Budaya Pampang,” tutupnya. (ah/gs/adv)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker