
KUKAR – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) di Kutai Kartanegara (Kukar) bakal mendapat ruang baru untuk memperkenalkan produknya secara lebih luas melalui aplikasi digital Kukar Go.
Aplikasi yang disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tersebut, menjadi salah satu upaya mempertemukan produk lokal dengan calon konsumen, baik dari dalam maupun luar daerah.
Sekretaris DPMPTSP Kukar Sri Ridayani menjelaskan, aplikasi Kukar Go ini bagian dari terobosan dan dukungan pemerintah daerah, terhadap pelaku usaha dalam mempromosika produk lokal. “Aplikasi ini untuk memudahkan pelaku usaha dalam menjual produknya, ke tangan konsumen atau jangkauannya bisa lebih luas,” jelas Sri Ridayani, di Kantor MPP Kukar, Jum’at (2/10/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar Muhammad Reza mengatakan, Kukar Go dirancang sebagai etalase digital yang menghimpun berbagai produk usaha lokal. Kehadiran aplikasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menemukan produk yang mereka butuhkan tanpa harus mencari informasi secara terpisah. “Tujuannya memang untuk memudahkan pembeli mencari barang atau produk lokal kita yang mereka inginkan,” kata Muhammad Reza.
Menurutnya, aplikasi tersebut nantinya tidak hanya menampilkan produk kuliner, tetapi juga pakaian, kerajinan, suvenir khas Kutai dan berbagai produk usaha lainnya. Pada tahap awal, “Pemkab Kukar akan memprioritaskan pelaku UMKM dan IKM yang berada di Tenggarong serta sejumlah kecamatan di sekitarnya,” katanya.
Dia mengatakan, pelaku usaha juga tidak dibebankan biaya pendaftaran, untuk memasarkan produknya melalui platform tersebut. “Semua pelaku UMKM dapat menampilkan barang jualannya di dalam aplikasi ini. Tentunya kita akan prioritaskan untuk UMKM lokal dulu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kukar Go tidak hanya ditujukan sebagai katalog produk, tapi juga menjadi sarana untuk mempertemukan konsumen dengan pemilik usaha secara langsung. Sistem transaksi belum dilakukan secara langsung melalui aplikasi.
“Konsumen yang tertarik dengan produk tertentu nantinya dapat mengakses kontak pelaku usaha, baik melalui WhatsApp maupun email, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut hingga melakukan transaksi,” jelasnya.
Dia menilai konsep tersebut memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk tetap berkomunikasi langsung dengan calon pembelinya. Di sisi lain, konsumen juga dapat memperoleh informasi mengenai produk sebelum memutuskan melakukan pembelian.
“Pelaku usaha IKM atau suvenir Eutopia menyambut baik dengan aplikasi tersebut. Pemasaran secara digital penting karena produk lokal tidak hanya menyasar konsumen yang datang langsung ke toko,” ungkapnya.
Menurutnya, salah satu tantangan pelaku usaha lokal adalah memperkenalkan produk kepada masyarakat yang berada di luar wilayah pemasaran mereka. “Kalau ada wadah yang khusus menampilkan produk lokal Kukar, tentu ini bisa membantu kami mengenalkan produk lebih luas. Orang dari luar daerah bisa mengetahui produk yang kami buat tanpa harus datang terlebih dahulu,” ujarnya.
Ia berharap, keberadaan Kukar Go nantinya tidak hanya menjadi tempat menampilkan produk, tapi juga mampu mendorong masyarakat untuk lebih mengenal dan memilih produk buatan pelaku usaha lokal. “Dengan adanya ruang promosi digital tersebut, produk UMKM dan IKM Kukar diharapkan memiliki akses pemasaran yang lebih luas,” katanya.
Pemerintah daerah juga mendorong, agar digitalisasi dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk meningkatkan daya jangkau promosi dan memperkenalkan produk khas daerah kepada konsumen yang lebih beragam. (adv/ki/Diskominfo Kukar)
Editor : Abdul Rahman



