TPP Diberi Pembekalan Sebelum Terjun ke Lapangan

SAMARINDA – Setelah dikukuhkan Wali Kota Samarinda, Dr H Andi Harun pada Selasa (7/3/2023), sebanyak 85 orang Tenaga Pendamping Probeyaya (TPP) diharapkan bisa langsung bekerja melakukan pendampingan.

Terutama untuk kelancaran kegiatan dari Probebaya. Program ini menjadi salah satu dari 10 program unggulan Wali Kota Samarinda.

Namun sebelum turun ke lapangan, para TPP tersebut terlebih dahulu diberi pembekalan oleh sejumlah narasumber dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Tentunya sesuai bidang tugas masing-masing yakni 25 orang TPP bidang infrastruktur dan 60 orang TPP bidang non infrastruktur.

“Jadi setelah pengukuhan dan pembukaan, dilanjutkan dengan pembekalan selama tiga hari mulai 8 sampai 10 Maret 2023,” ujar Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Rekrutmen TPP Tahun 2023, Hendri Irawan saat ditemui di sela-sela kegiatan pembekalan di Ruang Sembuyutan, Balai Kota Samarinda, Kamis (9/3/2023).

Pembekalan diawali dengan penyampaian materi secara umum tentang kegiatan Probebaya yang merupakan kegiatan yang dilaksanakan dari, oleh, dan warga di tingkat RT tersebut. Untuk materi secara umum disampaikan pemateri dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Inspektorat Daerah, dan Bagian Tata Pemerintahan (Tapem). Untuk matri global terkait Probebaya ini dilaksanakan di Kantor Inspektorat Daerah di hari partama pada Rabu (8/3/223). Di sini, pesertanya digabung baik dari TPP infrastruktur maupun non infrastruktur.

Selanjutnya di hari kedua pada Kamis (9/3/2023), peserta dibagi untuk kategori infrastruktur dan non infrastruktur. Untuk infrastruktur, pembekalan dilaksanakan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda. Sedangkan non infrastruktur dilaksanakan di Ruang Sembuyutan Kantor Balai Kota Samarinda.

“Nah, untuk yang non infrastruktur karena jumlahnya banyak yakni 60 orang, sehingga kita bagi. 30 orang di hari Kamis tanggal 9 Maret 2023. Kemudian 30 sisanya pada hari Jumat tanggal 10 Maret 2023 dengan isi materi yang sama. Sedangkan untuk TPP infrastruktur, karena hanya 25 orang, sehingga hanya satu kelas, dan cukup sehari,” terang Hendri.

Ia berharap para peserta bisa mengikuti kegiatan tersebut dengan sebaik mungkin. Karena semua yang disampaikan para pemateri dari OPD terkait itu menjadi bekal penting sebelum terjun ke lapangan.

“Setelah pembekalan ini, mereka (TPP, Red) bisa langsung turun ke lapangan. Paling tidak bisa berkenalan dengan camat, lurah dan RT setempat yang menjadi wilayah tugasnya buat pendampingan,” pungkas Hendri.

Diketahui, para TPP ini sudah melalui selaksi panjang sebelum dinyatakan lulus dan dikukuhkan. Di antaranya mulai dari seleksi persyaratan, kemudian dilanjutkan dengan seleksi berkas. Selanjutnya ujian dengan sistem Computer Assited Test (CAT). Terakhir, ditutup dengan sesi tes wawancara. Dari setiap tahapan yang ada, banyak yang tereliminasi hingga bisa terpilih 85 orang tersebut. (ADV)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker