
KUTAI KARTANEGARA – Cabang Taekwondo Kutai Kartanegara (Kukar) tampil impresif pada gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kalimantan Timur 2025 yang digelar di Penajam Paser Utara (PPU). Dari 10 atlet yang turun, hingga penutupan event pada 20 November lalu, Kukar berhasil membawa pulang 8 medali, terdiri atas 3 emas, 2 perak, dan 3 perunggu. Hasil ini mengukuhkan Taekwondo sebagai salah satu cabor penyumbang prestasi terbesar bagi Kukar dalam ajang tahun ini.
Sekretaris Umum Taekwondo Kukar, Siti Mahmudah, menjelaskan bahwa kontingen hanya mendapat kuota 10 atlet melalui Dispora Kukar, termasuk pelatih. Namun meski formasi terbatas, tim mampu menjawab kesempatan dengan hasil yang optimal. “Karena keterbatasan anggaran, kuota yang dikasih Dispora cuma 10 orang. Itu sudah termasuk atlet dan pelatih. Kalau ada yang mau ikut dengan biaya mandiri diperbolehkan, jadi kami turunkan 10 atlet dan ada 4 pelatih biaya mandiri,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Dengan hanya mengisi 10 kelas dari total 22 kelas yang dipertandingkan, performa yang ditunjukkan Kukar tergolong sangat efektif. Torehan tiga emas menjadi catatan istimewa mengingat jumlah peserta tidak sebanyak kontingen lain seperti Samarinda, Balikpapan, dan tuan rumah PPU. “Kalau untuk hasil, saya rasa sudah maksimal dan bersyukur. Dari 10 pemain bisa dapat 3 emas. Sebenarnya luar biasa, apalagi kita cuma mengisi 10 kelas dari total 22 kelas yang dipertandingkan,” katanya.
Siti juga mengungkapkan bahwa sistem pertandingan dengan format gugur menjadi tantangan tersendiri. Tidak jarang atlet unggulan harus terhenti hanya akibat undian pertemuan awal. “Namanya bela diri kan sistem gugur. Kadang kita tidak tahu ketemunya sama siapa dulu. Sekali kalah, ya selesai. Tapi saya tetap bersyukur. Ini hasil kerja keras atlet, pelatih dan seluruh tim,” ungkapnya.
Di sisi teknis, tantangan lain muncul dalam penyusunan kelas, karena beberapa atlet memiliki berat badan yang sangat berdekatan dan sama-sama potensial untuk diturunkan. “Kendalanya lebih ke teknis menyusun tim. Beberapa berat badan atlet mirip, tapi kita andalkan dua-duanya. Jadi perlu banyak diskusi dan rapat. Menentukan siapa yang dibawa juga jadi tantangan tersendiri,” jelasnya.
Pasca POPDA, Kukar kini berfokus pada regenerasi atlet dengan pembinaan sejak usia dini. Banyaknya klub aktif dan pelatih bersertifikat menjadi modal besar untuk mencetak atlet lapis kedua hingga seterusnya. “Kedepannya kita fokus pembinaan dari usia dini. Klub-klub di Kukar sekarang sudah banyak dan punya pelatih bersertifikat. Jadi pembinaannya akan berjalan terus, dan klub klub tersebut dapat mengikuti turnamen-turnamen seperti open tournament. Jadi itu sangat penting buat pengalaman bertanding, nantinya kalau ada seleksi yang membawa nama daerah, kita punya banyak cadangan atlet terbaik,” ungkap dia.
Keberhasilan Taekwondo Kukar turut mendapat apresiasi dari Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni. Ia menilai raihan delapan medali ini membuktikan bahwa konsistensi latihan berbuah nyata, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa prestasi Kukar di cabang bela diri terus berkembang. “Saya mengapresiasi perjuangan atlet-atlet Kukar. Raihan delapan medali adalah bukti kerja keras dan semangat tanding yang luar biasa. Hasil ini sangat berharga dan harus menjadi motivasi untuk event berikutnya,” ucapnya.
Aji Ali berharap capaian tersebut dapat menjadi titik awal bagi pembinaan jangka panjang serta membuka jalan bagi atlet-atlet muda Kukar untuk meraih panggung prestasi di kejuaraan berikutnya. (adv/pur/Dispora Kukar)



