
BERAU – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan Program Gratispol tidak boleh hanya dimaknai sebagai bantuan biaya kuliah. Namun, program tersebut harus mampu melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan siap menjadi penggerak pembangunan Kabupaten Berau.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Gratispol Connect bersama Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud di Aula Universitas Muhammadiyah Berau, Kamis (23/7/2026).
Sri Juniarsih mengatakan, kesempatan memperoleh pendidikan tinggi tanpa biaya harus dimanfaatkan secara maksimal oleh para mahasiswa. Kualitas pembangunan daerah masa mendatang sangat bergantung kualitas generasi muda yang dipersiapkan hari ini.
“Jangan hanya mengejar kuliah gratis, tetapi jadikan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menjadi SDM yang mampu membangun Berau,” tegasnya.
Dia mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang menghadirkan Program Gratispol sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. “Kebijakan tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Berau dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai modal utama pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ucap dia.
Sri Juniarsih berharap mahasiswa penerima manfaat tidak hanya fokus menyelesaikan pendidikan, tetapi juga terus mengembangkan kompetensi, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan inovasi. “Daerah membutuhkan generasi yang cerdas, kreatif, dan mampu menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan di masa depan,” ujarnya.
Dia menilai sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan perguruan tinggi menjadi faktor penting mencetak lulusan yang memiliki daya saing tinggi, sekaligus mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah. “Semoga program ini menjadi investasi besar untuk mencetak generasi Berau yang unggul, mandiri, dan siap membawa daerah semakin maju,” pungkasnya. (ar/gs/adv)



