
BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memastikan pasokan oksigen medis untuk fasilitas kesehatan tetap aman di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Wakil Bupati Berau Gamalis mengecek langsung kesiapan pasokan tersebut ke PT Harapan Prima Jaya, Kamis (3/9/2026).
Hasil pengecekan menunjukkan stok oksigen masih mencukupi memenuhi kebutuhan rumah sakit, puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya. Bahkan, produsen memastikan kapasitas produksi dapat ditingkatkan apabila permintaan melonjak.
“Alhamdulillah, ketersediaan oksigen ini cukup untuk membackup kebutuhan oksigen rumah sakit untuk beberapa waktu yang akan datang,” kata Gamalis.
Menurut Gamalis, kesiapan tersebut penting, mengingat kondisi kabut asap dapat berubah sewaktu-waktu. Pemerintah tidak hanya memastikan stok tersedia, tetapi juga memastikan kemampuan produsen menghadapi peningkatan kebutuhan. Produsen pun menyatakan siap melayani permintaan fasilitas kesehatan kapan saja. “Jam berapa pun dibutuhkan oleh kawan-kawan di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan, mereka siap melayani,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur PT Harapan Prima Jaya Henderi mengatakan produksi oksigen dilakukan setiap hari berdasarkan kebutuhan. Jika terjadi peningkatan permintaan, operasional dapat ditingkatkan hingga 24 jam. “Kami produsen, kami produksi setiap hari menyesuaikan kebutuhan. 24 jam pun kami siap untuk produksi,” jelasnya.
Meski demikian, Henderi menyebut permintaan oksigen dari fasilitas kesehatan hingga saat ini masih dalam kondisi normal. Belum terdapat lonjakan signifikan akibat kabut asap. Pengisian tabung oleh rumah sakit dan puskesmas tetap berjalan rutin.
“Jumlahnya menyesuaikan kebutuhan masing-masing fasilitas, mulai dari sekitar dua tabung hingga 10 tabung untuk fasilitas dengan kebutuhan lebih besar,” kata dia.
Selain rumah sakit dan puskesmas, kata dia, perusahaan juga memasok oksigen untuk sejumlah klinik swasta dan klinik mandiri di wilayah Berau, termasuk Tanjung Redeb hingga Labanan. Untuk menjaga produksi tetap berjalan, perusahaan menyiagakan mesin produksi sekaligus menyiapkan peralatan dan suku cadang cadangan.
“Sampai sekarang tidak ada kendala. Tapi tetap kami upayakan, mesin juga kita standby-kan. Ada cadangan yang sudah kami siapkan,” pungkas Henderi. (ar/gs/adv)



