Residivis Asal Samarinda Curi 22 Unit Motor

Pelaku Baru Bebas dari Lapas Tenggarong

SAMARINDA – Polresta Samarinda berhasil membekuk residivis pencurian kendaraan bermotor Budi, warga Lok Bahu Samarinda, Kamis (2/7/2020). Pelaku baru bebas dari Lapas Tenggarong pada Maret 2020 usai memperoleh asimilasi dampak dari Covid-19.

Aparat kepolisian juga berhasil mengamankan barang bukti hasil pencurian sebanyak 22 unit  motor.

“Budi kita tangkap kembali, karena setelah bebas, ternyata dia kembali beroperasi. Bahkan baru tiga bulan sudah melakukan pencurian di 22 Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kota Samarinda,” kata Kasat Reskrim Poltabes Samarinda, Kompol Yuliansyah saat menggelar konferensi pers, Senin (6/7/2020).

Menurut dia, pelaku menjual motor hasil curiannya di perkebunan kelapa sawit luar Samarinda. Seperti Tabang, Kabupaten Kukar atau Wahau, Kabupaten Kutai Timur.

“Motor hasil curiannya itu dijual seharga Rp2 Juta- Rp4 juta. Berdasarkan informasi, di tempat lain pelaku juga melakukan pencurian dan dijual di Samarinda,” jelas Yuliansyah.

Dia mengungkapkan, bahwa pelaku Budi awalnya hanya mengaku mencuri 1 unit motor. Setelah kasusnya dikembangkan, polisi berhasil menemukan sejumlah rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi pencuriannya. Dan, akhirnya pelaku mengakui perbuatannya.

“Kami kembangkan kasusnya. Hingga kami mengamankan 21 motor curian lagi,” jelas  Yuliansyah.

Pelaku Budi dihadapan petugas kepolisian mengaku melakukan aksi pencurian seorang diri. Dan, hanya menggunakan kunci T.

“Sebelum melakukan aksinya,  pelaku memperhatikan situasi sekitar lokasi terlebih dulu. Setelah aman, pelaku mencongkel motor dan membawanya kabur. Pelaku juga memanfaatkan kelengahan korbanya yang lalai meninggal kunci kontak,” kata dia.

Dia menyampaikan, usai mencuri 2-3 motor, pelaku membawa ke lokasi perkebunan sawit untuk dijual. Motor curian itu dijual dengan harga yang murah.

“Dari hasil menjual motor curian, pelaku bisa memiliki satu unit mobil Avanza yang sudah dimodifikasi untuk mengangkut motor curian,” jelasnya.

Dia menyampaikan bahwa 22 unit motor curian, kunci T dan mobil Avanza milik pelaku disita polisi sebagai barang bukti.

Sementara itu, pelaku Budi  mengaku sulit mendapatkan pekerjaan, sehingga kembali melakukan pencurian.

“Uangnya saya belikan mobil. Kemudian saya bawa senang-senang ke lokalisasi dan untuk biaya hidup sehari-hari,” kata Budi.

Atas perbuatannya, pelaku terancam melanggar pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (maman)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker