
SAMARINDA – Walikota Samarinda Syaharie Jaang mengunjungi Workshop Garmen Apparel milik Balai Latihan Kerja Samarinda di Kecamatan Sungai Kunjang, Kamis (2/4).
Walikota Samarinda melihat proses pembuatan Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju hazmat dan masker, khusus diproduksi untuk kepentingan sosial membantu tenaga kesehatan di Kota Samarinda,
“Saya terharu dan apresiasi tinggi sekali untuk bapak dan ibu penjahit disini yang merupakan siswa dan alumni BLK sudah membantu tanpa pamrih, benar-benar sudah jadi relawan Covid-19 yang luar biasa, terima kasih,” ucap Walikota Samarinda H. Syaharie Jaang didamping Kadisperin Samarinda Muhammad Faisal.
Sebagai bentuk apresiasi, Syaharie Jaang berkenan mencoba baju hasmat hasil produksi BLK dan ikut mencoba mensterika masker sebagai bagian proses akhir produksi.
“Saya pikir relawan itu yang dilapangan dan berhadapan langsung, ternyata ada juga relawan para penjahit, luar biasa mereka tanpa dibayar hanya diberi makan dan transportasi saja. Saya siap membantu. Berapa saja yang diproduksi, kita ambil untuk disalurkan. Saya segera minta BPBD dan Dinkes berkoordinasi melalui Pak Faisal atau langsung,” kata dia.
Sementara itu, Kepala BLK Samarinda Andri Susila, ST, MSi mengatakan mereka sudah mampu memproduksi sekitar 200 baju hazmat dalam seminggu. Dan masker sebanyak 200 per harinya. Jumlah relawan penjahit sebanyak 27 orang, terdiri dari siswa pelatihan, alumni dan Dharma Wanita BLK.
“Kami memang tidak membayar para penjahir ini. Semua membantu untuk kepentingan sosial. Hanya kami siapkan makan dan transportasinya saja. Mudah-mudahan dapat membantu masyarakat Kota Samarinda,” kata dia. (maman)



