

KUTAI KARTANEGARA – Kegiatan pertanian mengisi kegiatan kerja Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di lembaga pemasyarakatan bertujuan untuk memberikan bekal WBP agar setelah bebas kelak sudah mempunyai skil. Dengan adanya pembinaan pertanian dan perkebunan ini diharapkan mampu menunjukkan keberhasilan program pembinaan kemandirian. Jadi WBP ini tidak hanya menghabiskan waktu begitu saja dalam menjalani masa hukuman, mereka harus berkarya. Setidaknya setelah lepas mereka memiliki keahlian dan menjadi bekal dalam bermasyarakat.
Sekretaris Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara Samsul Maarif mendukung langkah lembaga kemasyarakatan membekali WBP dengan berbagai ketrampilan di bidang pertanian. Karena dengan kemampuan bertani, maka para WBP bisa kembali aktif bermasyarakat dan memperbaiki semua kesalahan yang telah diperbuat sebelumnya.
“Langkah ini merupakan upaya meningkatkan pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) khususnya di bidang agrobisnis pertanian,” kata Samsul.
Dalam kunjunganya ke Lapas Perempuan Tenggarong, Samsul pada Selasa (23/4/2024), beserta tim berkesempatan untuk meninjau lahan yang akan dimanfaatkan pembangunan greenhouse.
Pembinaan kemandirian lanjut Samsul, merupakan program yang selalu membuahkan hasil positif, baik dalam bentuk pembelajaran teori maupun lapangan. Program pembinaan dibidang pertanian ini diharapkan bisa berhasil dilaksanakan dengan sukses oleh wargabinaan Lapas Perempuan Tenggarong dan membuahkan hasil panen yang berkualitas.
“Harapannya greenhouse dapat melindungi tanaman dari cuaca ekstrem dan hama yang tidak diinginkan. Ini juga memungkinkan untuk menumbuhkan jenis tanaman tertentu sepanjang tahun dan bisa jadi media untuk mengurangi perubahan iklim,” jelas Samsul Maarif.
Sementara itu Kepala Lapas Perempuan Tenggarong, Triana Agustin menyambut baik rencana pembuatan greenhouse tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi WBP untuk terus belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri menjalani kehidupan lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
“Semoga kegiatan pembangunan greenhouse dapat berjalan dengan baik serta menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi WBP untuk terus belajar, berkarya dan mempersiapkan diri untuk kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” ujar Triana.
Kerjasama ini merupakan wujud upaya Lapas Perempuan Tenggarong dan Dinas Pertanian Kukar dalam memberdayakan WBP agar memiliki keterampilan dan bekal usaha mandiri di bidang pertanian.
Dengan adanya greenhouse, diharapkan WBP dapat mempelajari teknik bercocok tanam yang baik dan menghasilkan produk pertanian berkualitas.
Selain memberikan keterampilan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran WBP untuk menghargai sumber daya alam dan merawat lingkungan demi masa depan yang lebih baik.
Pembangunan greenhouse ini akan segera dilaksanakan setelah segala persiapan teknis lainnya dirampungkan. Pihak lapas dan dinas terkait berkomitmen untuk memantau dan membimbing pelaksanaan kegiatan demi mensukseskan program pembinaan tersebut. (ADV/DISKOMINFO KUKAR)



