
SAMARINDA – Kasus stunting telah menjadi masalah nasional dan sangat serius. Karena itu, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti menyampaikan bahwa untuk menuntaskan masalah stunting di Samarinda, maka Pemkot Samarinda perlu melakukan kerja terintegrasi.
“Pemkot harus fokus bekerja terintegrasi dan terkoordinasi dengan semua pihak terkait. Kalau ada stunting, Dinas Kesehatan yang mengobati. Dan, Dinas Pendidikan memberikan masukan ke kurikulum untuk perbaikan gizi dan lainnya,” kata dia beberapa waktu lalu.
“Kalau tidak kita tangani dengan baik, dikuatirkan pada tahun 2030 dimana Indonesia mendapat bonus demografi, justru generasi mudanya adalah generasi yang mengalami gizi buruk. Bukannya unggul, karena bonus demografi, justru kita akan tertinggal dari negara lain,” tandas dia.
Saat ini, kata dia, berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Dinas Kesehatan Samarinda, dari 85 persen balita di Samarinda, ternyata hanya 37,1 persen datang ke Posyandu.
“Angka riil terdata di Posyandu, lalu disetor ke Puskesmas dan Dinas Kesehatan, artinya bukan angka yang pasti,” kata dia. (ADV)



