
SAMARINDA – Komisi II DPRD Samarinda belum menerima laporan adanya lonjakan harga dan kekosongan ketersediaan bahan pangan pasca Hari Raya Idul Adha. Karena itu, masyarakat tidak perlu panik saat menerima informasi yang belum valid. Dikuatirkan akan menimbulkan pembelian pangan berlebihan. Itu justru secara tidak langsung bisa menimbulkan lonjakan harga.
“Sampai pertengahan Juni, harga kebutuhan pokok di beberapa pasar tradisional masih batas wajar. Sampai saat ini, kami belum menerima laporan adanya lonjakan harga atau kelangkaan stok pangan,” ucap Ketua Komisi II DPRD Samarinda Iswandi, kemarin.
Dia menilai Pemkot Samarinda sudah responsif menjaga kestabilan distribusi bahan pangan. Pengawasan harga yang dilakukan pemerintah di lapangan, sudah mulai menunjukkan hasil positif. “Pemerintah telah melaksanakan langkah antisipatif. Mereka rutin melaksanakan koordinasi lintas instansi. Setiap bulan, dilaksanakan high level meeting membahas kondisi inflasi dan stok pangan. Sampai saat ini, masih aman dan terkendali,” ungkap dia.
Menurut dia, sinergitas antara Pemkot, Legislatif dan pelaku usaha sangat penting. Agar, dapat memastikan kebutuhan pangan tersedia di tengah masyarakat. “Komisi II akan tetap memantau secara intensif perkembangan ketersediaan dan harga pangan. Termasuk melakukan evaluasi dengan OPD terkait,” kata Iswandi. (adv/gs)



