
SAMARINDA – Pasien Dalam Pemantauan (PDP) virus corona di Kaltim mengalami penambahan 2 kasus. Kedua kasus PDP itu ada di Kabupaten Paser dan Kabupaten Berau. Dan keduanya masuk klaster ijtima ulama di Gowa, Sulawesi Selatan.
Sehingga total PDP di Kaltim menjadi 83 kasus. Dimana, negatif sebanyak 39 orang, positif 16 orang dan 1 orang meninggal dunia. Sementara, 28 orang masih menunggu hasil laboratorium.
Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi M Ishak di media center Covid-19 Kantor Dinas Kesehatan Kaltim, Minggu (29/3).
Dia mengatakan, satu pasien positif corona meninggal dunia di Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan, Minggu (29/3). Pasien itu masuk UGD pada 20 Maret 2020 di RSKD Balikpapan. Saat masuk UGD, pasien mengalami gejala medis, seperti sesak napas, demam, anemia, coronary heart failure.
“Korban merupakan warga Kalimantan Selatan datang ke Balikpapan menggunakan kapal dari Makassar setelah mengikuti kegiatan ijtima asia 2020 di Gowa, Sulsel tanggal 19 Maret lalu.
Pasien sempat mendapatkan perawatan. Pasien dinyatakan meninggal pukul 12.59 WITA. Selain positif Covid-19, pasien diketahui memiliki riwayat penyakit jantung,” kata Andi.
Menurut dia, selama dalam perawatan, korban dalam kondisi cukup stabil. Namun tiba-tiba korban mengalami sesak napas dan akhirnya meninggal dunia.
“Diketahui virus ini menyerang daerah pernapasan. Jika sudah berkembang biak, maka akan mengeluarkan lendir cukup kental. Ini akan menghambat sel pernapasan dan akan mengurangi volume dari paru-paru. Itu sifatnya permanen. Sehingga pasien akan kesulitan bernapas.Akibatnya penyakit bawaan seperti jantung akan mempercepat datangnya kematian,” kata Andi.
Menurut dia, keluarga pasien sudah mengikhlaskan korban dimakamkan di Balikpapan. Karena sesuai aturan, pasien mesti dimakamkan hanya dalam empat jam setelah meninggal dunia.
“Prosedur seperti memandikan, pemasangan kain kafan, dan disalatkan, dilakukan rumah sakit. Sebelum dikemas sesuai protokol dan dimakamkan pukul 17.00 WITA di KM 15 Kota Balikpapan,” kata Andi. (maman)



