

KUTAI KARTANEGARA – Paska dikeluarkanya Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 37.K/HK.02/MEM.M/2022 tentang jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) khusus penugasan yang melarang pembelian BBM bersubsidi menggunakan jerigen, membuat nelayan dan petani sulit mendapatkan BBM.
Padahal saat ini semua peralatan nelayan maupun petani baik itu traktor membajak hingga mesin kapal semuanya menggunakan BBM.
Menjawab keresahan warganya Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah menegaskan untuk di Kabupaten Kukar diharapkan kelangkaan atau kesulitan itu tidak terjadi. “Jadi kami ada BUMD, kemarin sudah saya dorong. Jadi sekarang sedang melakukan finalisasi pom bensin untuk para petani dan nelayan,” kata Edi Damansyah saat melakukan dialog langsung dengan warga melalui siaran Radio nasional di ruang kerjanya , Kamis (4/4/2024).
Menjawab pertanyaan dari Mursidi warga Kecamatan Sangasanga yang tidak memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Sehingga sulit bagi para petani dan nelayan guna memenuhi kebutuhan bahan bakar bagi kendaraan operasional pertanian dan nelayan. Edi mengatakan terkait kebutuhan BBM bagi operasional para petani dan nelayan, Pemkab Kukar terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan BBM tersebut.
Namun, saat ini sistem yang digunakan ialah dengan cara dititipkan di SPBU terdekat di wilayahnya masing-masing. Setiap wilayah memiliki kuota berbeda-beda sesuai data peralatan operasional yang dimiliki oleh para petani dan nelayan. “Kami bersepakat terkait pemenuhan bahan bakar untuk para nelayan dan petani itu memang sudah kami laksanakan, dan di prioritaskan tapi bentuknya dititipkan untuk sementara ini, tapi inikan berbasis pada data,” kata Edi.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), terus mendorong finalisasi pom bensin bagi para petani dan nelayan di Kecamatan Sangasanga. Karena, kehadiran pom bensin di suatu wilayah terlebih dahulu harus melewati berbagai hasil kajian dilapangan. “Keberadaan pom bensin ini merupakan bentuk investasi. Sehingga keberadaannya perlu melalui kajian-kajian terdahulu,” kata dia.
Saat ditanya soal indeks kepuasan masyarakat selama memimpin Kabupaten Kukar, Edi Damansyah mengatakan bahwa berdasarkan data tingkat kepuasan masyarakat saat ini berada disekitaran 79 persen. Namun bila berdasarkan penilaian kepuasan secara pribadi, ada kepuasan batin tersendiri, khususnya terkait beberapa program pembangunan berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan.
Sementara itu, menjawab terkait kepuasan batin, dirinya menceritakan bahwa dulunya saat dirinya pulang ke kampung halaman setiap momen Idul fitri, dia singgah di beberapa masjid untuk melaksanakan ibadah sholat, namun Edi menemui bahwa ada beberapa titik masjid atau musholla yang tidak memiliki imam atau pengurus masjid yang tetap.
Namun saat ini menurutnya melalui program satu desa satu hafiz quran, dua tahun terakhir ini saat pulang kampung, Edi menemui bahwa di setiap masjid tersebut telah memiliki imam tetap alumni program satu desa satu hafiz quran tersebut.
“Tapi hari ini, dua tahun terakhir saya mudik pulang kampung saya mampir di masjid, kepuasan saya, ada anak yang jadi imam disana dia menyampaikan, pak terimakasih saya sudah lolos di program satu desa satu hafiz quran, jadi saya alumni program satu desa satu hafiz quran katanya, saya mengurusi masjid ini menjadi imam masjid ini, itu yang kepuasan saya salah satunya,” ujar Edi Damansyah.
Menurutnya kepuasan lainnya, ialah saat dirinya berkunjung ke beberapa lokasi pertanian berjumpa para petani untuk menyampaikan ucapan terima kasih, khususnya yang berkaitan dengan jalan usaha tani yang saat ini rata-rata telah baik, sehingga para petani merasa mudah mengangkut hasil panennya untuk dipasarkan, dan menekan biaya operasional.
“Untuk sektor pertanian dalam arti luas, setiap saya kelapangan para petani selalu menyampaikan, terimakasih Pak Bupati kalau dulu jalan usaha tani kami sangat sulit, hari ini nyaman sekali, dulu kami ngangkut gabah kami satu karung 20 ribu, hari ini hanya bisa lima ribu, bahkan kami bisa membawa itu dengan sepeda,” ucap dia. (ADV/DISKOMINFO KUKAR)



