
SAMARINDA – Kasus pasien sembuh di Kukar bertambah cukup signifikan. Berdasarkan press release Bupati Kukar Edi Damansyah, disebutkan bahwa kasus sembuh di Kukar bertambah 10 orang. Sehingga sampai saat ini, kasus sembuh Covid-19 di Kukar telah mencapai 21 orang.
Press release Bupati Kukar ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara dr. Martina Yulianti, Sabtu (23/) malam.
“Pada hari ini, Sabtu 23 Mei 2020, saya akan menyampaikan kabar baik terkait penambahan kasus sembuh dari Covid-19 di Kutai Kartanegara. Alhamdullilah jumlah yang saya umumkan sebanyak 10 kasus sembuh,” ungkap dia saat menyampaikan press release Bupati Kukar.
Walau telah dinyatakan sembuh Covid-19, namun 10 orang pasien sembuh itu tetap diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.
“Saya ucapkan selamat kepala semua pasien dan keluarga atas kesembuhannya. Tetap lakukan solasi mandiri di rumah selama 14 hari kedepan dan menjadi contoh bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya dalam upaya pencegahan Covid-19, melalui penerapan prilaku hidup bersih dan sehat, selalu menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan, menjaga jarak fisik, dan selalu menggunakan masker jika keluar rumah atau jika bersama orang lain,” kata da.
Hingga saat ini, kata dia, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kutai Kartanegara sebanyak 45 kasus. Terdiri dari 24 orang sedang menjalani perawatan dan 21 kasus dinyatakan telah sembuh.
“Upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan Covid-19 memerlukan partsipasi dan peran kita semua, seluruh elemen masyarakat,” ucap dia. (sobirin)
Rincian Penambahan 10 Kasus Sembuh Covid-19 di Kutai Kartanegara Tanggal 23 Mei 2020 :
1.KK-5 usia 37 tahun, jenis kelamin laki-laki dari Kecamatan Muara Badak. Sembuh setelah hasil swab tenggorok dinyatakan negatif selama 2 kali berturut-turut. KK-5 merupakan pelaku perjalanan dari Gowa dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 29 hari.
2. KK-8 usia 41 tahun, jenis kelamin laki-laki dari Kecamatan Muara Badak. Sembuh setelah hasil swab tenggorok dinyatakan negatif selama 2 kali berturut-turut. KK-8 merupakan pelaku perjalanan dari Gowa dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 29 hari.
3. KK-13 usia 20 tahun, jenis kelamin laki-laki dari Kecamatan Muara Badak. Sembuh setelah hasil swab tenggorok dinyatakan negatif selama 2 kali berturut-turut. KK-13 merupakan pelaku perjalanan dari Magetan dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 29 hari.
4. KK-14 usia 25 tahun, jenis kelamin laki-laki dari Kecamatan Muara Badak. Sembuh setelah hasil swab tenggorok dinyatakan negatif selama 2 kali berturut-turut. KK-14 merupakan pelaku perjalanan dari Gowa dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 29 hari.
5. KK-15 usia 31 tahun, jenis kelamin perempuan dari Kecamatan Tenggarong. Sembuh setelah hasil swab tenggorok dinyatakan negatif selama 2 kali berturut-turut. KK-15 merupakan anggota keluarga pelaku perjalanan dari Gowa dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 40 hari.
6. KK-16 usia 70 tahun, jenis kelamin laki-laki dari Kecamatan Loa Janan. Sembuh setelah hasil swab tenggorok dinyatakan negatif selama 2 kali berturut-turut. KK-16 merupakan pelaku perjalanan dari Gowa dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 28 hari.
7. KK-19 usia 36 tahun, jenis kelamin laki-laki dari Kecamatan Kenohan. Sembuh setelah hasil swab tenggorok dinyatakan negatif selama 2 kali berturut-turut. KK-19 merupakan pelaku perjalanan dari Gowa dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 27 hari.
8. KK-22 usia 64 tahun, jenis kelamin laki-laki dari Kecamatan Anggana. Sembuh setelah hasil swab tenggorok dinyatakan negatif selama 2 kali berturut-turut. KK-22 merupakan pelaku perjalanan dari Gowa dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 27 hari.
9. KK-33 usia 33 tahun, jenis kelamin laki-laki dari Kecamatan Muara Badak. Sembuh setelah hasil swab tenggorok dinyatakan negatif selama 2 kali berturut-turut. KK-33 merupakan pelaku perjalanan dari Gowa dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 20 hari.
10. KK-39 usia 48 tahun, jenis kelamin laki-laki dari Kecamatan Kenohan. Sembuh setelah hasil swab tenggorok dinyatakan negatif selama 2 kali berturut-turut. KK-39 merupakan pelaku perjalanan dari Gowa dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 18 hari.



