
SAMARINDA – Kharisma mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama alias Ahok tidak pernah luntur. Terbukti, saat berkunjung ke Desa Budaya Pampang di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (12/7), Ahok langsung menjadi warga kehormatan masyarakat Dayak Kenyah.
Ahok memuji masyarakat Dayak Kalimantan Timur, yang masih mempertahankan budaya asli mereka. Salah satu contoh adalah tarian persahabatan yang dibawakan 10 gadis suku Dayak Kenyah, Jumat (12/7) sore.
Tarian itu ditampilkan untuk menyambut kehadiran Basuki Tjahya Purnama (Ahok) dan Puput Nastiti Devi di Lamin Adat Pamung Tawai Dayak Kenyah, Desa Budaya Pampang, Samarinda Utara.
Gerakan tarian yang menggunakan tali berwarna-warni digantung di langit langit lamin, yang disebut tarian anyam tali menjadi simbol diterimanya Ahok sebagai warga kehormatan masyarakat Daya Kenyah. Bahkan Ahok langsung ikut mencoba menari bersama 10 penari dan memegang satu tali berwarna-warni.
Terlihat Ahok dan Puput begitu antusias mengikuti gerakan memutar dengan memegang tali itu hingga membentuk satu anyaman yang tersusun rapi.
Kehadiran Ahok di Desa Budaya Pampang itu, karena undangan masyarakat adat Dayak Kenyah yang menghuni kawasan itu.
Pengangkatan menjadi warga kehormatan warga Dayak Kenyah ditandai dengan pemberian cendera mata, seperti gelang manik, kalung manik dan topi khas Dayak Kenyah. Tidak hanya Ahok, Puput juga mendapatkan kalung dan topi khas khusus untuk wanita masyarakat Dayak Kenyah.
Dalam sambutanya Ahok mengaku bersyukur bisa dipercaya warga suku Dayak Kenyah di Pampang, karena tidak semua orang bisa mendapatkan kepercayaan tersebut.
Dia akan ikut bertanggung jawab terhadap nasib suku Dayak di Kaltim. Bahwa, pariwisata di Kaltim harus segera diperbaiki. Apalagi Kaltim ditunjuk sebagai salah satu calon Ibukota Negara.
Konsep hutan dipadukan dengan budaya khas suku Dayak masih diminati para turis asing. Ahok mencontohkan negara Norwegia.
“Norwegia itu yang namanya orang-orang Viking itu dikampungnya diajarkan bagaimana cara memanah dan menombak. Itu tempat wisata yang sangat baik. Waktu itu saya bayangkan kita di Kalimantan, Dayak lebih seru tuh. Nah, kita pikirkan ini, ada hutan digunakan untuk ini. Saya kira belum terlambat. Walaupun sebenarnya kalau dari pesawat hutan Kalimantan hampir tidak ada,” ungkap Ahok.
Menurut Ahok, budaya khas masyarakat Kalimantan harus tetap diberdayakan. Kalimantan memiliki ciri khas yang tidak dimiliki daerah lain. Keanekaragaman masyarakat Dayak yang memiliki ribuan anak suku dipastikan akan mampu menjadi daya tarik bagi pariwisata di Indonesia.
Ahok berjanji akan melakukan pembicaraan dengan tokoh masyarakat adat dDayak di Kalim untuk mengangkat kebudayaan suku Dayak, agar bisa menjadi industri pariwisata. “Nanti kita mau diskusi lebih kecil kelompoknya,” kata dia.
Sementara itu, kehadiran Ahok disambut meriah warga Desa Budaya Pampang. Mereka berharap kehadiran Ahok mampu mengangkat pariwisata Kaltim ke kancah dunia.
“Senang banget pokoknya. Harapan kita, ini jadi pintu kedepanya, biar bisa lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah,” ungkap salah satu penari, Novi.
Sedangkan Kepada Adat Desa Budaya Pampang, Isrom mengatakan bahwa kehadiran Ahok di Desa Budaya Pampang merupakan penghargaan bagi masyarakat Desa Pampang.
“Supaya beliau tetap ingat masyarakat di Pampang. Dan sekalian kita ikat menjadi warga dan sekaligus memberikan tanggungjawab kepada beliau. Tanggungjawabnya, apabila nanti menjadi pejabat dia tetap memperhatikannya,” ucap dia. (maman)



