
SAMARINDA – Kalau mendengar ada usaha menjahit dan desainer beralih usaha dengan memproduksi masker kain untuk membantu masyarakat di masa pendemi corana ini, mungkin masih bisa memahami.
Nah, kalau ini ada usaha yang biasanya melakukan pekerjaan printing, percetakan dan cutting laser ikut pula membuat masker kain, tentu menjadi jadi tanda Tanya.
“Adalah Dokter Printing di Jalan Wahid Hasyim 2 di seberang Lapas Sempaja yang telah memulai usaha memproduksi masker kain scuba tanpa jahitan menggunakan mesin cutting laser,” kata Kepala Dinas Perindustrian Kota Samarinda, Muhammad Faisal, Jumat (10/4).
Menurut dia, cutting laser mechine merupakan teknologi mesin yang menggunakan laser untuk memotong dan mengukir sebuah benda atau material tertentu menggunakan computer.
“Biasanya digunakan untuk pekerjaan bersifat kreatif. Seperti souvenir atau merchandise yang terbuat dari acrylic, marmer, kaca, kayu, kertas, karet stempel, kulit sintetis dan lainnya. Nah ini digunakan memotong kain scuba untuk masker. Pasti menjadi sangat gampang, walaupun kalau dihitung ekonomis modalnya tidak sesuai,” kata dia.
Dalam sehari, kata dia, mereka mampu memproduksi sebanyak 6.000 masker kain scuba tanpa jahitan. Harga awalnya hanya Rp2500, sekarang terpaksa dinaikan menjadi Rp4000. Karena naiknya harga bahan baku kain scuba. (maman)



