Perluas Akses Layanan Kesehatan, Pemkab Kukar Terus Perkuat Penanganan Stunting

KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memperkuat penanganan stunting dengan memperluas akses layanan kesehatan, terutama bagi balita di wilayah terpencil. Upaya tersebut dilakukan karena kondisi geografis Kukar yang luas menjadi salah satu tantangan, dalam memberikan pelayanan kesehatan secara merata. Sejumlah kecamatan seperti Muara Wis, Muara Muntai, Muara Jawa dan Kembang Janggut masih menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam penanganan stunting.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar Ismi Muffidah mengatakan, prevalensi stunting di Kukar menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data yang dimiliki, angka stunting pada 2016 masih mencapai 37,1 persen.

Kemudian, lanjt dia,  pada tahun 2017 turun menjadi 30,9 persen, meski pada 2018 kembali meningkat menjadi 32,3 persen. Selanjutnya, pada 2021 angka tersebut turun menjadi 26,4 persen, kemudian naik tipis menjadi 27,1 persen pada 2022. Tren penurunan kembali terlihat pada 2023 yang mencapai 17,6 persen, hingga pada 2024 turun menjadi 14,3 persen. “Langkah yang kita ambil dalam mengatasi stunting sudah tepat. Itu telah dibuktikan dengan adanya penurunan kasus stunting,” kata Ismi Muffidah di Pendopo Odah Etam, Jum’at (2/10/2026).

Menurutnya, tantangan penanganan stunting di Kukar tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tapi juga akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, khususnya layanan dokter spesialis anak. Luasnya wilayah Kukar membuat sebagian desa memiliki jarak yang cukup jauh dari fasilitas kesehatan.

“Kondisi tersebut dapat menyulitkan balita yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Kutai Kartanegara memiliki wilayah yang sangat luas, dengan banyak desa terpencil yang sulit dijangkau,” ujarnya.

Ismi menjelaskan, keterlambatan mendapatkan pemeriksaan dapat berpengaruh terhadap proses deteksi dan intervensi stunting. Balita yang membutuhkan penanganan khusus, harus mendapatkan pemeriksaan klinis, terapi gizi serta edukasi kepada keluarga secara tepat.

“Untuk menjawab persoalan tersebut, Dinkes Kukar menjalankan inovasi Sahabat Anak, Pelayanan Ahli Spesialis Anak Kawasan Komunitas dan Akses Terpencil atau SAPA SI KAKA. Program ini diarahkan untuk mendekatkan pelayanan dokter spesialis anak kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses,” ungkap dia.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Peningkatan Gizi Keluarga dan Masyarakat Dinkes Kukar Serianti menyebutkan, SAPA SI KAKA merupakan bagian dari strategi memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat primer. “Tujuan inovasi itu meningkatkan akses dan mutu layanan dokter spesialis anak, langsung di layanan primer wilayah sulit dijangkau, untuk percepatan penanganan stunting,” sebut Serianti.

Menurutnya, kehadiran dokter spesialis anak di wilayah yang sulit dijangkau, diharapkan dapat mempercepat proses deteksi sekaligus menentukan penanganan yang sesuai bagi balita. “Keluarga juga dapat memperoleh edukasi secara langsung mengenai kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak,” kata dia.

Ia berharap, penurunan angka stunting dapat terus dipertahankan melalui penguatan intervensi dan pemerataan layanan kesehatan. “Harapannya dengan inovasi ini kasus stunting di Kukar bisa terus ditekan, bahkan kalau bisa sampai nihil. Karena stunting ini sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak,” pungkasnya. (adv/ki/Diskominfo Kukar)

Editor : Abdul Rahman

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker